Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai ruang berhimpunnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara perlu terus menguatkan hubungan dan kebersamaan dalam menjamin keselamatan setiap warga negara, terutama dalam situasi kebencanaan. Sebab, ASEAN sejatinya tidak hanya bergerak dan bekerja sama di bidang ekonomi, tetapi juga perlu mampu menjadi community of care, sebuah ruang dan jalinan hubungan yang dapat berkontribusi nyata ketika negara-negara tetangga membutuhkan bantuan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada The 13th ASEAN Transport SAR Forum and ASEAN SAR Exercise 2026 di Ayodhya Grand Ballroom, Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Selasa (29/09). Pertemuan yang digelar di Yogyakarta ini menjadi kali kedua forum dan latihan SAR ASEAN tersebut dilaksanakan di Indonesia, setelah sebelumnya digelar di Kuta, Bali, pada 2013 lalu.
“Inilah wajah ASEAN yang perlu terus kita kuatkan. Bukan hanya ASEAN sebagai komunitas ekonomi, tetapi juga ASEAN sebagai community of care, sebuah kawasan yang keberadaannya terasa nyata ketika negara-negara anggotanya saling hadir pada saat yang paling dibutuhkan,” tutur Sri Paduka.
Disampaikan Sri Paduka, keselamatan merupakan prioritas utama setiap warga negara ketika situasi darurat terjadi. Dalam kondisi tersebut, perbedaan latar belakang antarnegara bukan menjadi persoalan utama. Hal yang lebih penting adalah bagaimana negara-negara ASEAN dapat saling bahu-membahu dan bersama-sama menjaga keselamatan warga yang terdampak.
Karena itu, solidaritas antarnegara menjadi bagian penting dalam membangun ASEAN sebagai community of care. Ketika salah satu negara menghadapi situasi darurat atau bencana, negara-negara lain perlu hadir melalui kerja sama dan dukungan sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Lebih lanjut, Sri Paduka berharap forum ini mampu mempererat persahabatan, kepercayaan, dan solidaritas antarnegara ASEAN, terutama dalam semangat tolong-menolong dalam membantu negara yang sedang menghadapi situasi kebencanaan. Keselamatan suatu negara, bahkan keselamatan kawasan ASEAN, membutuhkan kerja sama dari seluruh negara yang tergabung di dalamnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu negara.
“Semoga dari Yogyakarta, semakin kuat rasa saling percaya, kesiap-siagaan, dan tekad bersama untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang tidak hanya terhubung oleh kepentingan, tetapi juga dipersatukan oleh kepentingan,” tutup Sri Paduka.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Mohammad Syafii menyampaikan, forum ini menjadi ruang bagi negara-negara ASEAN untuk membangun common understanding, memperkuat koordinasi, menyeragamkan prosedur, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan operasi SAR bersama. “Karena itu, saya berharap diskusi dalam forum ini berlangsung secara terbuka, konstruktif, substantif, dan berorientasi pada solusi,” lanjut Syafii.
Syafii menjelaskan, ASEAN SAR Exercise 2026 akan menghadirkan simulasi dari masing-masing negara mengenai penanganan situasi kebencanaan sesuai dengan karakteristik dan kondisi di negara masing-masing. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi setiap negara untuk menguji dan mengevaluasi rencana serta strategi yang telah disiapkan dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam kegiatan tersebut juga akan dilakukan penerapan ASEAN Search and Rescue Standard Operating Procedure (ASEAN SAR SOP), dokumen yang menjadi acuan bersama dalam menghadapi insiden yang membutuhkan dukungan lintas negara. ADapun, penerapannya ditujukan untuk menguji sejauh mana prosedur yang telah disepakati dapat diterapkan dalam situasi nyata.
“Hal yang perlu diperhatikan antara lain mekanisme komunikasi, pertukaran informasi, koordinasi antarpihak, penentuan wilayah pencarian, serta proses pengambilan keputusan. Melalui pengujian ini, kita dapat mengetahui apakah masih terdapat perbedaan pemahaman, kendala koordinasi, atau bagian prosedur yang perlu disempurnakan. Hasilnya diharapkan dapat memperkuat kesamaan cara kerja dan meningkatkan kesiapan seluruh negara anggota ASEAN,” jelas Syafii.
Pelaksanaan forum tersebut di Yogyakarta dipandang sebagai momentum untuk menilik kembali awal perjalanan kerjasama SAR ASEAN, sekaligus momen “pulang” dan mengingat kembali semangat kerja sama yang telah dibangun dan terjalin selama ini. “Semangat untuk saling membantu, semangat untuk saling percaya, semangat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, dan yang paling utama, semangat untuk memastikan bahwa ketika terjadi suatu keadaan darurat yang melibatkan jiwa manusia dalam kawasan negara ASEAN, kehadiran kita selaku otoritas SAR adalah bentuk konkret dari forum ini,” pungkas Syafii.
Humas Pemda DIY





