Beranda / Nasional Dan Internasional / Program Bedah Rumah Prabowo di Batu, Maruarar Sirait Bantu Cicilan KP

Program Bedah Rumah Prabowo di Batu, Maruarar Sirait Bantu Cicilan KP

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan yang juga adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo (KIRI), bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (KANAN) saat meninjau rumah Suharminingsih warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur yang mendapat bantuan program bedah rumah, Rabu (1/7/2026), semua terangkum dalam berita Malang raya populer. 

MALANG RAYA – Kunjungan kerja jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Malang Raya membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian layak.

Di Kota Batu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung realisasi program bedah rumah untuk jatah 200 unit rumah tidak layak huni.

Sementara itu di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Menteri PKP juga turun ke lapangan untuk memastikan kelancaran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kedatangan Hashim Djojohadikusumo dan Maruarar Sirait di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, pada Rabu (1/7/2026), menandai dimulainya realisasi program bantuan bedah rumah dari Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu penerima manfaat dalam program ini adalah Suharminingsih, seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama anak dan cucunya di sebuah rumah berukuran 7×4 meter persegi di dalam gang Jalan Dewi Sartika, Temas.

Kedatangan adik kandung Presiden beserta Menteri PKP tersebut ditujukan untuk meninjau langsung kondisi hunian warga yang masuk dalam target sasaran renovasi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kondisi tempat tinggal Suharminingsih selama ini memang sangat memprihatinkan. Dinding rumahnya hanya terbuat dari campuran bahan seadanya mulai dari kayu, papan, gipsum, GRC, hingga kalsiboard yang sudah rapuh dan tidak kedap air.

Sementara itu, atap asbesnya sering bocor dan rawan ambruk, lantainya hanya berupa rabat (lapisan beton tipis) yang telah rusak, serta bangunan tersebut belum memiliki pondasi rumah yang kokoh.

“Saya sangat senang sekali karena bisa dilihat keadaan rumah saya seperti ini. Untuk renovasi juga tidak mampu,” kata Suharminingsih kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (1/7/2026).

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Suharminingsih mengaku hanya bergantung dari uang pemberian sang anak yang bekerja di tempat pedagang ayam potong dengan penghasilan Rp 1,5 juta per bulan.

“Saya ibu rumah tangga, hanya dapat uang dikasih anak saya untuk hidup sehari-hari bersama cucu,” ujarnya.

Kedatangan Hashim Djojohadikusumo ke lokasi tersebut bertujuan untuk memastikan program renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah terlaksana dengan baik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Presiden memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat yang selama ini masih menempati rumah tidak layak huni agar dapat menikmati tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

“Program bedah rumah ini merupakan salah satu bagian dari Program Perumahan Nasional. Ini adalah instruksi Presiden Prabowo agar pemerintah ikut mensejahterakan rakyat yang belum memiliki rumah layak huni” jelas Hashim.

“Saya berbangga bahwa ini sudah dimulai, ada program yang terbuka, program bersih, program jujur, yang nanti akan dinikmati oleh rakyat kita,” tambahnya.

Hashim berharap, pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Batu ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Terlebih, pemerintah pusat menargetkan puluhan ribu rumah di berbagai wilayah Indonesia bisa mendapatkan manfaat serupa untuk diperbaiki dan dibangun ulang.

“Kalau pelaksanaan di sini sukses, tentu bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain. Program ini mencakup sekitar 33 ribu rumah di berbagai lokasi di Indonesia,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Hashim juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan apabila dalam pelaksanaan program di lapangan masih ditemukan kendala maupun kekurangan, baik di Kota Batu maupun daerah lain.

“Mohon kalau nanti ada kekurangan. Mungkin bisa disampaikan, bisa ke kepala daerah, kepada Pak Menteri, bisa ke saya dan bisa ke Presiden juga,” ucap adik kandung Prabowo itu.

Sebagai bentuk komitmennya, Hashim berencana kembali mengunjungi Kota Batu pada Oktober mendatang untuk melihat langsung hasil akhir dari renovasi bedah rumah milik Suharminingsih.

Adapun di Kota Batu sendiri, total ada sebanyak 200 alokasi unit rumah yang akan menerima Program Bedah Rumah Prabowo pada tahun 2026 ini.

Di hari yang sama, Rabu (1/7/2026), kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Yeni Puji Lestari (45), yang mengaku sangat senang usai mendapatkan bantuan angsuran perumahan langsung dari Menteri PKP, Maruarar Sirait.

Bantuan yang berasal dari kantong pribadi Maruarar Sirait tersebut diberikan saat sang menteri melakukan kunjungan kerja ke Perumahan Lawang Park Residence 2, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Kegiatan kunjungan kerja ini juga dilakukan dalam rangka realisasi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Saat meninjau lokasi, Maruarar menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga sekitar, termasuk Yeni yang mengaku baru tinggal di perumahan subsidi tersebut selama satu bulan.

Di tengah dialog yang berlangsung hangat, Maruarar secara spontan mengeluarkan sejumlah uang dari kantong pribadinya.

Maruarar kemudian menyerahkan uang tersebut kepada Yeni untuk membantu pembayaran angsuran perumahan dalam satu bulan.

“Alhamdulilah senang banget dapat bantuan dari Pak Menteri. Tadi dikasih Rp 1,4 juta buat bayar angsuran Rp 1,072 juta tapi ini masih sisa,” ucap Yeni dengan wajah semringah menunjukkan selembaran uang dari Maruarar.

Yeni kemudian menceritakan awal mula dirinya bisa menempati rumah subsidi tersebut.

“Sebelumnya saya tinggal sama orang tua di Desa Mulyoarjo. Kemudian pengen cari-cari rumah, lalu saya lihat di Facebook ada rumah subsidi ini,” sambungnya.

Yeni mulai mencari rumah sejak tahun 2024 silam. Setelah mendapatkan informasi dari Facebook, ia langsung meninjau ke rumah yang ia tempati sekarang.

Perumahan tersebut dijual dengan harga Rp 166 juta dengan spesifikasi dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.

Melalui program FLPP ini, Yeni hanya perlu membayar uang muka sebesar Rp 1,6 juta dengan masa cicilan selama 20 tahun.

“Setelah lihat kami proses BI Checking langsung ACC, nggak sampe dua bulan udah akad. Per bulannya kami bayar Rp 1.072.000,” sambungnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar cicilan, Yeni bersama suaminya sehari-hari berjualan molen mini di Pasar Lawang dengan penghasilan bersih dalam sebulan kurang lebih sebesar Rp 3 juta.

Di sisi lain, Menteri Maruarar Sirait memberikan nilai 8,5 kepada pihak pengembang perumahan tersebut, sebab dari hasil peninjauan langsungnya, sejumlah fasilitas pada perumahan ini dinilai sudah sangat bagus dan layak.

“Saya kasih nilai 8,5 . Karena apa? Airnya bagus, rumahnya saya cek sudah tiga rumah, dalamnya bagus, sudah dobel tembok. Saya cek dengan warga langsung dan dengan sampling yang banyak,” imbuh Maruarar.

Maruarar menyampaikan, pada program FLPP, target rumah subsidi di wilayah Jawa Timur pada tahun ini dipatok sebanyak 40 ribu unit, namun hingga saat ini yang baru terealisasi masih berada di angka 8.600 unit.

“Presiden Prabowo sudah memberikan kemudahan dengan digratiskan BPHTB, PBG, DP 1 persen, bunganya 5 persen. Tenor atas arahan Presiden Prabowo yang pro-rakyat diperpanjang bisa jadi 40 tahun, supaya rakyat bisa nyicilnya lebih murah,” sambungnya.

Guna mengejar target 40 ribu unit tersebut, Maruarar meminta kepada seluruh pengembang di Jawa Timur agar bergerak cepat mengebut pembangunan rumah bersubsidi.

Merespons hal tersebut, Direktur Utama PT Wizz Bangun Persada selaku developer Lawang Park Residence 2, Afwan Syahid, mengaku sangat bersyukur atas apresiasi dan penilaian tinggi yang diberikan oleh Maruarar.

“Alhamdulillah kamu sudah bisa membangun perumahan di Kabupaten Malang, Pasuruan, Mojokerto kurang lebih sekitar 2.000 unit, dan Insyaallah di tahun ini kita targetnya 1.000 unit per tahun,” imbuh Afwan.

Sebagai informasi, di Perumahan Lawang Park Residence 2 sendiri saat ini sudah ada kurang lebih 380 unit rumah yang terbangun di atas tanah seluas 4 hektar.

Dari total tersebut, yang sudah dihuni oleh masyarakat berkisar antara 250 hingga 300 unit.

“Di Desa Sidodadi Lawang Park 2 ini semuanya sudah FLPP,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *