Rangkaian upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei di Teheran telah dimulai sejak Jumat 3 Juli 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)
Teheran,REDAKSI17.COM – Sejumlah pejabat tinggi Iran bertemu dengan para pemimpin dunia dan delegasi asing di Teheran, Jumat (3/7/2026), dalam sela-sela rangkaian upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Pertemuan tersebut melibatkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Ketiganya menerima berbagai delegasi asing untuk membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama ekonomi, hingga stabilitas kawasan.
Salah satu pertemuan utama dilakukan Pezeshkian dengan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang datang ke Teheran sebagai utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam kesempatan itu, Pezeshkian menyampaikan terima kasih atas ucapan belasungkawa dan dukungan Rusia yang diberikan kepada Iran selama ini. Melansir Anadolu Agency, Sabtu (4/7/2026), ia mendorong percepatan implementasi perjanjian kerja sama strategis Iran-Rusia, termasuk perluasan kolaborasi di sektor ekonomi, perdagangan, energi, dan transportasi melalui Koridor Transportasi Internasional Utara-Selatan. Merespons Pezeshkian, Medvedev juga menegaskan komitmen Rusia untuk melaksanakan perjanjian kemitraan komprehensif dengan Iran.
Selain Rusia, Pezeshkian juga menggelar pertemuan terpisah dengan delegasi dari China, Namibia, dan Afghanistan. Dalam pertemuan tersebut, ia berterima kasih atas sikap tegas tiga negara tersebut yang mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran, serta menyatakan kesiapan Teheran untuk memperluas kerja sama di bidang politik, ekonomi, perdagangan, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Dalam pertemuan lainnya, Pezeshkian bertemu Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan. Kedua pemimpin menekankan pentingnya menjaga hubungan historis kedua negara dari campur tangan pihak luar. Pashinyan menegaskan Armenia tidak akan terlibat dalam proyek atau tindakan apa pun yang merugikan kepentingan maupun keamanan Iran.
Pezeshkian juga mengadakan pembicaraan dengan Presiden Irak Nizar Amidi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut Irak dan Iran sebagai negara bersaudara dan menyerukan negara-negara Islam untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi ketidakstabilan kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga bertemu dengan sejumlah dengan pejabat asing, mulai dari Kepala Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir, Menteri Luar Negeri Kazakhstan Yermek Kosherbayev, Menteri Urusan Kepresidenan Namibia Charles Mubita, Presiden Pemerintah Daerah Kurdistan Nechirvan Barzani, hingga Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Shanghai Nurlan Yermekbayev.
Dalam pembicaraannya dengan Kosherbayev, Araghchi menegaskan minat Iran untuk memperluas hubungan dengan negara-negara pesisir Laut Kaspia, termasuk Kazakhstan.
Menurut jadwal resmi yang diumumkan pemerintah Iran, rangkaian acara proses pemakaman Ayatullah Ali Khamenei akan berlangsung hingga Kamis (9/7/2026).
Upacara penghormatan di Teheran berlanjut sepanjang akhir pekan dengan kehadiran para kepala negara, pejabat tinggi, dan tokoh agama. Prosesi penghormatan yang bisa dihadiri masyarakat umum dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu (4/7/2026) hingga Minggu (5/7/2026) dilanjut dengan prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin (6/7/2026).
Selanjutnya, rangkaian upacara akan berlanjut di Kota Qom pada Selasa (7/7/2026). Sehari kemudian, prosesi digelar di Irak, termasuk di Baghdad, Najaf, dan Karbala, sebelum penguburan terakhir pada Kamis (9/7/2026) di kompleks makam Imam Reza, Mashhad, salah satu situs paling suci bagi umat Islam syiah.





