Beranda / Nasional Dan Internasional / Pramono Buka Pameran SBY Art Community di TIM

Pramono Buka Pameran SBY Art Community di TIM

Jakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka pameran lukisan SBY Art Community 2026 bertajuk ‘Art for Peace and a Better Future: Collaboration’ di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (18/8) malam.

“Sukses untuk SBY Art Community,”

Pramono mengungkapkan kekagumannya terhadap karya seni Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengaku telah memiliki tiga lukisan karya SBY dan berharap dapat menambah koleksinya.

Dikatakan Pramono, dirinya telah mengenal SBY sejak 1999. Keduanya menjalin hubungan dan komunikasi yang baik meskipun kerap berada dalam posisi politik yang berbeda.

“Saya menjadi saksi sejarah panjang sebenarnya, ketika pertama kali di tahun 1999 saya berinteraksi dengan Pak SBY,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, SBY merupakan sosok yang memiliki banyak kemampuan, mulai dari pengalaman sebagai jenderal bintang empat, ketua umum partai, Presiden RI, hingga kemampuan di bidang seni seperti musik, menulis puisi, hingga melukis.

“Sebagai seniman, senimannya terlalu banyak. Main gitar bisa, baca puisi atau membuat puisi bisa, tetapi yang luar biasa adalah lukisan beliau,” katanya.

Pramono menilai, SBY dapat menjadi teladan dalam menyikapi perbedaan. Menurutnya, SBY mampu menyampaikan kritik secara substantif tanpa menyinggung pihak lain.

Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyampaikan sejumlah pembangunan yang tengah dilakukan Pemprov DKI Jakarta, di antaranya penyelesaian LRT Jakarta, pengembangan konektivitas menuju Jakarta International Stadium (JIS), serta penataan TIM.

“Dan Alhamdulillah sekarang hampir setiap waktu, setiap hari di TIM ini acaranya sungguh sangat padat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menambahkan, seni dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarnegara sekaligus menyampaikan pesan perdamaian di tengah gejolak global.

AHY mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Ia menilai, karya seni konvensional seperti lukisan perlu terus dilestarikan di tengah perkembangan teknologi digital.

“Di tengah-tengah dunia yang semakin modern serba digital, rasanya karya seni semacam ini, lukisan yang benar-benar digoreskan dengan hati dan pikiran di atas kanvas menggunakan kuas yang sebenarnya menjadi semakin langka,” kata AHY.

AHY juga menceritakan bagaimana SBY menemukan kembali kebahagiaan melalui aktivitas melukis setelah kepergian sang istri, Ani Yudhoyono pada 1 Juni 2019 lalu. Bahkan, SBY disebut tetap melukis di sela-sela menjalani pemeriksaan kesehatan di Amerika Serikat.

Menurut AHY, pertemuan SBY dengan pelukis asal Jerman, Christopher Lehmpfuhl di Berlin pada 2024 kemudian berkembang menjadi kolaborasi seni yang ditampilkan dalam pameran kali ini.

“Di era yang penuh dengan gejolak geopolitik, bahkan perang, rasanya seni bisa menjadi sesuatu yang memoderasi, mendamaikan,” tuturnya.

AHY berharap, kolaborasi seni Indonesia dengan negara lain terus dikembangkan sebagai bagian dari diplomasi budaya. Indonesia, kata AHY, harus terus menjaga perdamaian dan persatuan di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Ia berharap, pameran SBY Art Community 2026 menjadi awal dari kolaborasi seni yang lebih luas untuk memperkuat persahabatan antarbangsa sekaligus menyuarakan perdamaian.

“Sukses untuk SBY Art Community. Mudah-mudahan bisa dinikmati oleh masyarakat luas dan semoga bisa dapat menghadirkan keberkahan untuk kita semua,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *