
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menegaskan pentingnya membangun kemandirian petani melalui penguatan sarana produksi, pemanfaatan teknologi, serta dukungan infrastruktur pertanian. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pertemuan dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sekaligus meninjau budidaya bawang merah dan melon di Dusun Dengok III, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, Selasa (7/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Joko Parwoto yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Gunungkidul berdialog langsung dengan para petani untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Perwakilan petani, Suryanto, menyampaikan bahwa hingga kini petani masih menghadapi tingginya biaya produksi, terutama untuk menyewa alat dan mesin pertanian serta keterbatasan modal usaha. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kesejahteraan petani belum sepenuhnya terwujud.
Ia berharap Tani Merdeka Indonesia dapat menjembatani aspirasi petani kepada pemerintah pusat, khususnya dalam pengadaan sumber air irigasi, pembangunan sumur bor, serta bantuan traktor untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain itu, para petani berupaya memperkuat posisi wilayah Dengok sebagai salah satu sentra bawang merah di Gunungkidul yang mampu berproduksi sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Joko Parwoto mengajak petani untuk terus meningkatkan kemandirian melalui inovasi dan efisiensi usaha tani. Salah satunya dengan memproduksi pupuk secara mandiri guna menekan biaya produksi.
Ia juga mendorong petani melakukan diversifikasi komoditas, termasuk pengembangan bawang putih, agar memiliki nilai ekonomi yang lebih luas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis tanaman.
Di bidang pemasaran, Joko menilai pemanfaatan teknologi digital dan lokapasar menjadi peluang besar bagi petani untuk memperluas akses penjualan hingga ke pasar nasional. Menurutnya, hasil pertanian tidak lagi hanya dipasarkan secara konvensional, tetapi juga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi.
“Pembangunan infrastruktur jalan di Gunungkidul yang terus berkembang harus dimanfaatkan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui berbagai program bantuan, seperti pembangunan sumur bor, jalan usaha tani, serta penyediaan alat dan mesin pertanian.
Menurut Joko, sinergi antara program pembangunan pertanian dengan kebijakan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk program makan bergizi gratis, diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu menekan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Gunungkidul.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian Gunungkidul semakin modern, produktif, dan mampu menjadi penopang utama perekonomian daerah.


