
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gunungkidul menggelar acara seremoni penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta pemberdayaan sosial yang berlangsung khidmat di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Rabu, (8/7/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan., H. Idy Muzzayat, serta Bupati Gununkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Gunungkidul, Drs. Mustangid melaporkan capaian luar biasa dalam pengumpulan dana ZIS. Tercatat, pengumpulan zakat mengalami lonjakan signifikan dari Rp1,9 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp6,4 miliar pada periode saat ini.
“Keberhasilan ini disebut tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan basis kekuatan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan pendidikan se-Gunungkidul.” kata Mustangid.
Ketua Baznas Gunungkidul memaparkan, penyaluran zakat kali ini mencakup berbagai sektor strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti pemberian santunan kepada 1.042 anak yatim piatu dari tingkat TK hingga SMP, serta bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa miskin melalui Universitas Gunungkidul.
“Dibidang Pembangunan Hunian dan Sanitasi, Kita juga telah membangun 41 unit Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang terdiri dari 13 unit untuk warga rawan stunting dan 28 unit untuk masalah sosial lainnya serta pembangunan 29 unit jamban sehat.” ungkap Mustangid.
Selain itu, BAZNAS juga melakukan pemberdayaan ekonomi (Bumi Masjid) dengan meluncurkan program Microfinance Masjid (Bumi Masjid) senilai Rp150 juta yang menyasar 4 UPZ masjid. Program ini bertujuan menyediakan pinjaman modal tanpa bunga dan tanpa agunan bagi pelaku usaha mikro untuk memberantas pengaruh pinjaman online (pinjol) ilegal di lingkungan jemaah.
“Bantuan yang diberikan juga berupa alat tanam padi bagi 11 kelompok tani, pembangunan sumur bor ladang, serta distribusi 20 tangki air bersih untuk titik-titik kekeringan.” ujar Ketua BAZNAS Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam arahannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada BAZNAS dan para muzaki. Bupati menekankan bahwa zakat adalah wujud nyata semangat gotong-royong yang menjadi jiwa bangsa Indonesia.
“Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar meringankan beban masyarakat, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat, kualitas hunian, hingga ketahanan pangan,” ujar Bupati. Sebagai Kepala Daerah, Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS agar manfaat yang dihasilkan bisa lebih luas dan berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS RI, Idy Muzzayat, menegaskan bahwa kesuksesan BAZNAS Gunungkidul adalah buah dari sinergi yang kuat antara kepala daerah dan lembaga zakat. Idy Muzzayat menyebutkan bahwa potensi zakat di Gunungkidul masih sangat besar, yang jika tergarap maksimal akan mampu menyelesaikan berbagai problem kemasyarakatan secara tuntas.
“Inilah yang disebut sinergi, jika Pemerintah Daerahnya betul-betul menggandeng BAZNAS makan berbagai problem sosial di masyarakat dapat tertangani dengan baik, ini dibuktinya di Gunungkidul, Kepala Daerahnya mendukung dan berkolaborasi dengan penuh, terima kasih Ibu Bupati atas sinerginya.” pungkasi Idy Muzzayat.
Selain agenda yang telah dilaksanakan, BAZNAS Gunungkidul juga menjadwalkan kegiatan khitan massal bagi 210 anak yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Juli mendatang. Acara ditutup dengan harapan agar seluruh bantuan yang diberikan menjadi stimulus bagi para penerima manfaat (mustahik) untuk dapat berdikari dan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.


