Beranda / Daerah / Joko Parwoto Tegaskan Tani Merdeka Jadi Motor Penguatan Ketahanan Pangan di Gunungkidul

Joko Parwoto Tegaskan Tani Merdeka Jadi Motor Penguatan Ketahanan Pangan di Gunungkidul

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Gunungkidul mengajak para petani melakukan transformasi menuju pertanian modern berbasis inovasi dan teknologi. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pertemuan rutin Kelompok Tani Ngudi Boga dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Logandeng di Padukuhan Siyono Kidul, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Rabu (8/7/2026).

Dalam sambutannya, Joko Parwoto menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus membangun komitmen bersama dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Gunungkidul.

Menurutnya, Tani Merdeka Indonesia lahir dari aspirasi gabungan kelompok tani, tokoh pertanian, serta berbagai pemerhati pertanian yang memiliki tujuan memperjuangkan kesejahteraan petani. Organisasi tersebut berkomitmen membantu petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga persoalan lain yang memengaruhi produktivitas sektor pertanian.

“Tani Merdeka Indonesia hadir untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan akses pasar, pelatihan praktik pertanian modern, serta pemanfaatan teknologi pertanian yang inovatif,” ujar Joko.
Ia menilai tantangan pertanian saat ini tidak lagi dapat dihadapi dengan pola konvensional. Karena itu, dibutuhkan perubahan pola pikir menuju sistem pertanian modern yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi.

Menurut Joko, Gunungkidul memiliki modal besar untuk berkembang, mulai dari ketersediaan lahan yang luas, petani yang tangguh, hingga budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Joko juga mengajak seluruh petani mewujudkan lima gerakan utama optimalisasi pertanian. Pertama, meningkatkan produksi pangan melalui penggunaan benih unggul dan mekanisasi pertanian. Kedua, mendorong petani naik kelas dengan memperkuat jiwa kewirausahaan dan literasi teknologi digital.

Selanjutnya, ketiga, memperkuat hilirisasi pertanian agar hasil panen memiliki nilai tambah. Keempat, mendorong regenerasi petani dengan mengajak generasi muda mencintai pertanian modern. Kelima, memperluas kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar organisasi, tetapi merupakan gerakan besar untuk memperjuangkan kesejahteraan petani Indonesia. Kekuatannya berada di akar rumput, yakni para petani desa. Semakin banyak desa yang mandiri dan produktif, semakin kuat pula ketahanan pangan nasional,” katanya.

Joko berharap pertemuan tersebut menjadi titik awal kebangkitan sektor pertanian di Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, hingga seluruh wilayah Gunungkidul. Ia optimistis melalui semangat kebersamaan, inovasi, dan kerja keras, cita-cita mewujudkan petani yang mandiri, modern, dan sejahtera dapat tercapai.

“Kami mengajak seluruh petani untuk terus menjaga semangat gotong royong, meningkatkan kapasitas diri, dan bersama-sama membangun pertanian Gunungkidul yang lebih maju serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *