Beranda / Daerah / Lepas Capasnas Wakil DIY, Sri Paduka: Setiap Posisi adalah Kehormatan

Lepas Capasnas Wakil DIY, Sri Paduka: Setiap Posisi adalah Kehormatan

Yogyakart,REDAKSI17.COM – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menerima audiensi Calon Paskibraka Nasional (Capasnas) Wakil DIY Tahun 2026 yang berpamitan sebelum mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Jakarta. Didampingi orang tua masing-masing, calon Paskibraka Nasional ini diterima Sri Paduka di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Kamis (09/07). 

Dalam kesempatan tersebut, membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Paduka menekankan bahwa dalam pengabdian, setiap posisi adalah kehormatan selama dijalani dengan disiplin, tanggung jawab, dan ketulusan. Untuk itu, baik yang terpilih sebagai anggota inti maupun cadangan, diharapkan dapat menjalankan amanah dengan sepenuh hati. 

“Karena Tuhan selalu mempunyai rencana terbaik. Terpilih merupakan anugerah, sementara kalau belum terpilih pun merupakan bagian dari rencana terbaik yang patut disyukuri. Jadi jangan kecil hati, tetap semangat dan jadikan ini sebuah perjalanan yang memperkaya,” ucap Sri Paduka.

Sri Paduka mengungkapkan, menjadi paskibraka bukan hanya tentang barisan yang tegak, langkah yang serentak atau penghormatan kepada bendera. Lebih dari itu, paskibraka adalah latihan membentuk watak. 

“Di sana kalian belajar mengendalikan diri, menjaga kehormatan, menghargai waktu, menghormati sesama, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” kata Sri Paduka.

Ketika nanti mengikuti pemusatan pelatihan di Jakarta, Sri Paduka pun berpesan untuk menjaga diri sebaik-baiknya. Tak hanya kesehatan, namun juga menjaga tutur kata, pergaulan, dan nama baik keluarga, sekolah, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kalian datang bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa wajah generasi muda Yogyakarta yang santun, cerdas, tangguh, dan berkarakter. Gunakan kesempatan baik ini untuk menambah pengalaman belajar dari teman-teman dari berbagai daerah, dengarkan cara mereka berpikir, pahami keragaman Indonesia, dan ambil nilai baik dari setiap perjumpaan,” jelas Sri Paduka.

Sri Paduka juga mengingatkan bahwa kesempatan ini merupakan pengalaman berharga yang tidak selalu datang dua kali. Karena itu, para calon Paskibraka Nasional diminta menjalaninya dengan hati yang terbuka, penuh rasa syukur, serta mental yang kuat. 

“Harus disyukuri karena tidak semua mendapat kesempatan yang sama. Panjenengan adalah yang terpilih. Juga jangan lupa untuk selalu doakan orang tua karena pencapaian sampai saat ini adalah upaya mereka,” imbuh Sri Paduka.

Kepada para orang tua, sekolah, pendamping, dan seluruh pihak yang telah mendampingi, Sri Paduka turut menyampaikan apresiasi. Sebab, keberhasilan para calon Paskibraka Nasional ini merupakan buah dari ekosistem pendidikan karakter yang tumbuh melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat. 

“Kepada anak-anakku saya berpesan tetap rendah hati di dalam prestasi, tetap kuat dalam tekanan, dan tetap jernih dalam tujuan. Semoga anak-anakku dapat menjalankan amanah ini dengan baik serta kembali membawa pengalaman, kehormatan, dan inspirasi bagi generasi muda Daerah Istimewa Yogyakarta,” pungkas Sri Paduka.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Aryanto melaporkan bahwa proses seleksi Calon Paskibraka Nasional Wakil DIY Tahun 2026 telah dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, hingga seleksi tingkat pusat. Seluruh peserta yang mengikuti seleksi harus memenuhi berbagai persyaratan, meliputi administrasi, kesehatan, kemampuan fisik, intelegensi, kepribadian, wawasan kebangsaan, serta kemampuan Peraturan Baris Berbaris (PBB). 

“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan dari RS Grhasia, psikolog dari BKD DIY, dosen Universitas Islam Indonesia (UII) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dewan Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) DIY, serta tim seleksi yang kompeten,” terang Lilik.

Lilik menjelaskan, seleksi tingkat provinsi dilaksanakan pada 4–8 Mei 2026 dan diikuti 79 siswa dari lima kabupaten/kota di DIY. Dari jumlah tersebut, dipilih 20 pasang calon Paskibraka tingkat provinsi, sedangkan peserta yang belum terpilih kembali bertugas sebagai Paskibraka di kabupaten/kota masing-masing.

Selanjutnya, dari 20 pasang tersebut diseleksi tiga pasang untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Hasilnya, ditetapkan satu pasang sebagai Calon Paskibraka Nasional, satu pasang sebagai cadangan, sedangkan satu pasang lainnya kembali menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi.

Berdasarkan hasil verifikasi seleksi paskibraka tingkat pusat, DIY menetapkan Ahmad Raditya dari SMK Penerbangan AAG Adisutjipto sebagai Calon Paskibraka Nasional kategori putra. Sementara untuk kategori putri, terpilih Anggita Ayu Mahanani Hanifah dari SMA Negeri 1 Bantul. Adapun pasangan cadangan terdiri atas Ilham Hafizh Annuri dari SMA Negeri 1 Wates untuk kategori putra, serta Ameyliana Yosie dari SMA Negeri 1 Banguntapan untuk kategori putri.

Lilik menambahkan, para Calon Paskibraka Nasional akan mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Nasional di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kota Depok, Jawa Barat, pada 14 Juli hingga 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan diikuti oleh Calon Paskibraka Tingkat Pusat wakil dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Sebelum diberangkatkan, para calon telah mengikuti pembinaan karakter, penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta pengenalan nilai-nilai Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bekal dalam mengemban amanah di tingkat nasional,” ungkap Lilik. 

Ditemui usai audiensi, Anggita Ayu Mahanani Hanifah menyampaikan telah melakukan berbagai persiapan untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Jakarta, mulai dari menjaga kondisi fisik, mempersiapkan mental, hingga memperbanyak doa. Ia mengaku menjadi pasukan pengibar bendera merupakan cita-citanya sejak kecil karena ia menyukai baris-berbaris.

“Saya dari kecil memang suka dengan baris-berbaris. Jadi saya ingin mematok yang tinggi sekalian saja yaitu menjadi anggota paskibraka,” aku Anggita.

Anggita mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mewakili DIY di tingkat nasional. Menurutnya, apa pun posisi yang nantinya dijalankan, ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dan membawa nama baik DIY. 

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *