Foto: ANTARA
Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Kabupaten Sragen menyimpan jejak penting dalam sejarah lahirnya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Atas dasar ikatan sejarah tersebut, Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa hubungan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Sragen sebagai saudara tua harus terus dijaga dan dipererat, agar nilai-nilai dan khazanah budaya Mataram dapat tetap lestari serta memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Hal tersebut disampaikan Sri Sultan saat memberikan sambutan pada Malam Puncak Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Mangkubumen dan Pasar Rakyat, Kamis (09/07). Bertempat di Kantor Terpadu Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti bersama segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Sragen, Suroto, serta segenap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten Sragen.
Sri Sultan mengisahkan, Pendopo Petilasan di Pandak, Kecamatan Masaran, Sragen, menjadi salah satu lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Pangeran Mangkubumi saat memulai perjuangan gerilya melawan Belanda, yang kemudian berujung pada Perjanjian Giyanti di tahun 1755. Meski wilayah budaya Kerajaan Mataram terbagi ke dalam beberapa bagian, filosofi kebudayaan Mataram masih tetap hidup dan diwariskan di berbagai daerah hingga saat ini, termasuk Bumi Sukowati yang kini dikenal sebagai Sragen.
Dengan demikian, nilai-nilai tersebut dipandang Sri Sultan sebagai landasan utama penyelenggaraan Muhibah Budaya 2026 di kabupaten Sragen. “Jejak itu juga yang menjadikan Sragen layak disebut sebagai saudara tua Daerah Istimewa Yogyakarta. Sukowati bukanlah sekedar persinggahan, melainkan salah satu pilar yang menopang lahirnya Ngayogyakarta Hadiningrat,” jelas Gubernur DIY.
Muhibah Budaya 2026 bukan sekadar merajut kembali tali persaudaraan dan hubungan yang telah lama terjalin antara Yogyakarta dan Sragen. Lebih dari itu, Sri Sultan memandang gelaran ini sebagai ruang untuk menggali dan berbagi gagasan melalui sarasehan serta pergelaran budaya, sehingga apa yang dirawat bersama dapat memberikan manfaat bagi khazanah budaya Mataram secara keseluruhan.
“Semoga Tuhan yang Maha Esa berkenan melimpahkan berkah rahmatnya, sehingga dengan memahami jejak dan asal usul, kita bisa mengubah kesadaran generasi kemudian sebagai modal berharga bagi pengembangan budaya kedua daerah,” tutup Sri Sultan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Pemerintah Daerah DIY ke Kabupaten Sragen yang pada kesempatan kali ini turut memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen tahun 2026. “Kehadiran Ngarsa Dalem tidak hanya membawa kegembiraan bagi kami secara fisik, tetapi juga membawa siraman kesejukan spiritual dan kultural bagi seluruh masyarakat Sragen,” ujarnya.
Menurut Sigit, hubungan antara Sragen bersama Yogyakarta merupakan hubungan yang diikat dari benang sejarah dan kekuatan spiritualitas, sebagai tempat lahirnya akar dan cikal bakal Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bahkan, setiap hari jadi Sragen, digelar tirakatan sekaligys pembacaan sejarah Pangeran Mangkubumi yang dilaksanakan dari tingkat pemerintah kabupaten hingga tingkat desa.
“Muhibah budaya ini adalah momentum membangkitkan kembali dan mempererat tautan hati sambung rasa antara Sragen dengan Yogyakarta, sekaligus nguri-uri kabudayan Jawa yang adiluhung. Semoga ikatan ini ke depan makin dapat lebih erat dan berkesinambungan,” lengkapnya.
Rangkaian kegiatan semakin meriah dengan penampilan pentas macapat dan pentas tari dari hasil workshop yang telah digelar beberapa hari sebelumnya, menyajikan kemampuan para peserta setelah mengikuti pembinaan. Juga, pentas tari dari Kabupaten Sragen, yang menyajikan kisah jejak juang Pangeran Mangkubumi di tanah Sukowati, serta penampilan Krida Mardawa dari Keraton Yogyakarta semakin menyemarakkan suasana.
Humas Pemda DIY





