Beranda / Daerah / Terapkan Sistem Manajemen Talenta Bupati Kulon Progo Lantik Puluhan Pejabat

Terapkan Sistem Manajemen Talenta Bupati Kulon Progo Lantik Puluhan Pejabat

 

KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo resmi melantik puluhan pejabat, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., bertempat di Aula Adhikarta Pemkab Kulon Progo pada Rabu (8/7/2026) siang.

Dalam agenda tersebut, Bupati melantik total 76 aparatur sipil negara (ASN) yang mengisi berbagai posisi strategis. Rinciannya terdiri dari 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 21 Pejabat Administrator, 14 Pejabat Pengawas, 2 Kepala Puskesmas, serta 30 Pejabat Fungsional.

Terobosan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit

Ada hal menarik dalam pelantikan kali ini. Bupati Agung Setyawan menegaskan bahwa pengangkatan jabatan kini mengimplementasikan jalur Manajemen Talenta yang telah mendapat rekomendasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Melalui sistem merit ini, pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) atau eselon II.b tidak perlu lagi melalui mekanisme seleksi terbuka atau lelang jabatan konvensional.

“Para kandidat calon Pejabat Eselon IIb disiapkan dari para suksesor dengan skor capaian tertentu untuk dinilai oleh Komite Talenta Daerah dan Pejabat Pembina Kepegawaian,” ujar Agung dalam sambutannya.

Sistem ini dinilai jauh lebih efisien, transparan, dan objektif tanpa mengesampingkan aspek kualifikasi, kompetensi, kinerja, serta rekam jejak pegawai. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari kepatuhan pemda terhadap amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.

Bukan Sekadar Seremoni, Pejabat Diminta Adaptif

Bupati mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan merupakan komitmen moral dan ikrar untuk melayani masyarakat dengan integritas tinggi. Ia menekankan pentingnya bagi para pejabat baru untuk tidak sekadar bekerja sesuai standar minimal, melainkan mampu memberikan kinerja yang melampaui ekspektasi.

Di tengah dinamika zaman yang penuh ketidakpastian, penguasaan kompetensi teknis dinilai tidak lagi cukup. ASN Kulon Progo dituntut untuk menjadi motor penggerak birokrasi yang adaptif, inovatif, dan mampu berkolaborasi. Agung juga menegaskan posisi Jabatan Fungsional yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Jabatan Fungsional bukanlah jabatan kelas dua. Jabatan ini adalah ujung tombak organisasi yang menekankan pada keahlian dan profesionalisme spesifik demi meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Komitmen Menuju Birokrasi Berkelas Dunia

Menutup prosesi, Bupati Kulon Progo mengajak seluruh jajaran instansi untuk memperkuat sinergi dan kerja tim. Momentum pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal (titik tolak) bagi Pemkab Kulon Progo untuk membangun birokrasi yang lebih lincah, responsif, dan berkelas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *