Jakarta,REDAKSI17.COM – Hong Kong geser Singapura dari posisi satu sebagai negara dengan investasi terbesar di Indonesia pada kuartal II-2026. Capaian itu menjadi rekor untuk pertama kalinya dalam 10 tahun.
Hal itu diungkapkan Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Setelah Singapura menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia nomor satu selama 10 tahun, posisi tersebut kini ditempati Hong Kong.
“Dalam kuartal II ini untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, China investasinya lebih agresif melalui Hong Kong sehingga tempat pertama dari investasi di kuartal II ini ditempati oleh Hong Kong,” kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
Lebih rinci dijelaskan bahwa investasi Hong Kong di Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai US$ 5 miliar, kemudian diikuti Singapura US$ 4,2 miliar, Tiongkok US$ 1,7 miliar, Jepang US$ 0,9 miliar dan Malaysia US$ 0,7 miliar. Kelima negara tersebut berkontribusi sebesar 79,6% terhadap total investasi asing di Indonesia.
“Kita punya daftar lengkapnya, diikuti oleh Korea Selatan, Netherlands dan negara-negara lainnya,” ungkap Rosan.
Meski Hong Kong menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia pada kuartal II-2026, Rosan menyebut asal investasinya mayoritas tetap dari China. Kebanyakan investasi yang masuk dari negara tersebut bergerak di bidang hilirisasi yang berhubungan dengan mineral.
“Kalau dari Singapura, walaupun kita catat dari Singapura, tetapi itu belum tentu dari Singapura. Kita catat dari Malaysia karena masuknya dari Malaysia, belum tentu dari Malaysia. Contohnya kita lihat ternyata dari Malaysia ini investasi masuknya dari Korea. Ini berlaku juga dengan Singapura, kita lihat ada negara lain tetapi investasinya melalui Singapura dan tercatat di Singapura, kemudian Singapura yang berinvestasi ke kita,” jelas Rosan.
Terlepas dari itu, sepanjang semester I-2026 Singapura masih menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia dengan total senilai US$ 8,8 miliar. Kemudian diikuti Hong Kong US$ 7,6 miliar, Tiongkok US$ 3,9 miliar, Jepang US$ 1,9 miliar dan Amerika Serikat (AS) US$ 1,7 miliar.





