Beliau adalah Sultan Hamengkubuwono IX, Raja Kesultanan Yogyakarta. Di awal kemerdekaan tahun 1945, kondisi keuangan Republik Indonesia benar-benar kritis dan kas negara kosong melompong. Pejabat kita bahkan tidak punya gaji.
Melihat hal itu, Sultan HB IX mengambil keputusan luar biasa. Beliau menyumbangkan modal sebesar 6 juta Gulden—atau setara miliaran rupiah saat ini—dari kas keraton untuk mendanai roda pemerintahan Soekarno-Hatta agar Indonesia tidak runtuh! Beliau bahkan berujar: “Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi, silakan lanjutkan jalannya pemerintahan di sini.”
Bukan cuma dermawan, Sultan HB IX adalah sosok yang sangat merakyat dan benci pamer. Suatu hari, beliau yang sedang menyetir mobil sendiri dihentikan oleh seorang pedagang beras di jalan. Karena penampilannya yang sangat bersahaja, sang pedagang mengira Sultan adalah sopir truk sewaan dan menyuruh beliau mengangkut berasnya!
Bukannya marah, Sultan dengan tersenyum ramah ikut membantu mengangkat karung beras tersebut sampai selesai tanpa memberi tahu identitas aslinya.
Seorang raja sejati yang meletakkan mahkotanya demi melayani rakyat.





