Beranda / Daerah / Dinkes Kulon Progo Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Siap Sukseskan BIAS 2026 dan Kejar Target Herd Immunity

Dinkes Kulon Progo Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Siap Sukseskan BIAS 2026 dan Kejar Target Herd Immunity

Dinkes Kulon Progo Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Siap Sukseskan BIAS 2026 dan Kejar Target Herd Immunity

Pengasih,REDAKSI17.COM – Dinas Kesehatan Kulon Progo menggelar Pertemuan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 pada Kamis (16/7/2026). Agenda strategis ini dihadiri jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,  Kementerian Agama, Ketua K3S SD Kapanewon Se-Kabupaten Kulon Progo, Tim Penggerak PKK, dan perwakilan puskesmas. Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kulon Progo, Siska Yulia Damayanti, SKM, menegaskan bahwa imunisasi adalah hak setiap anak untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dijamin UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023. Guna memberikan perlindungan optimal, target capaian BIAS tahun ini ditetapkan minimal 95%.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang DIY, Dr. Drg. Th. Baning Rahayujati, M.Kes, dalam paparan materinya menjelaskan pentingnya menjaga ambang batas herd immunity (kekebalan kelompok) minimal 80%. Angka ini dinilai krusial untuk memutus rantai penularan dan secara tidak langsung melindungi kelompok rentan yang secara medis tidak dapat menerima vaksin.

Secara teknis, pelaksanaan BIAS 2026 akan dibagi menjadi dua tahapan utama:

·        Tahap I (Agustus 2026): Difokuskan pada pemberian vaksin Campak Rubella untuk siswa Kelas 1, vaksin HPV Kelas 5, serta vaksin HPV dosis kejar (catch-up) bagi siswi Kelas 6 dan 9. Mulai tahun ini, kebijakan baru berupa introduksi vaksin HPV satu dosis juga diperluas untuk anak laki-laki usia 11 tahun (Kelas 5 SD/MI sederajat) khusus di wilayah Provinsi DIY, DKI Jakarta, dan Bali.

·        Tahap II (November 2026): Dilanjutkan dengan pemberian vaksin DT bagi siswa Kelas 1 serta vaksin Td untuk siswa Kelas 2 dan Kelas 5.

Pertemuan ini juga menyoroti tantangan riil di lapangan, seperti adanya penyebaran informasi bohong (hoaks) serta penolakan dari sebagian orang tua akibat kekhawatiran berlebih terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) maupun alasan lainnya.

Merespons hal tersebut, forum diskusi lintas sektor menyepakati langkah konkret untuk mendukung dan melaksanakan imunisasi BIAS melalui kerjasama dengan puskesmas. Selain itu juga akan dilakukan pendekatan secara persuasif langsung kepada pihak keluarga, termasuk pemberian materi edukasi kesehatan mengenai pentingnya imunisasi kepada siswa maupun orang tua. Peran satuan pendidikan pun akan dioptimalkan. Pihak sekolah dan Puskesmas wilayah diwajibkan melakukan koordinasi intensif terkait dengan persiapan maupun proses pelaksanaan BIAS. Bentuk sinergi di sekolah akan diwujudkan juga melalui pemeriksaan kondisi anak sebelum imunisasi yang dikawal langsung oleh guru UKS.

Melalui penguatan tata kelola lintas program, sinergi lintas sektor yang solid, serta keterlibatan aktif dari seluruh ekosistem sekolah dan orang tua, pelaksanaan BIAS 2026 dapat berjalan sukses demi memutus mata rantai penularan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *