Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons Bank Indonesia (BI) yang menahan BI Rate di level 5,75%. Airlangga mengapresiasi langkah tersebut.
Airlangga mengatakan, dengan ditahannya BI Rate bisa mengerek penyaluran kredit. Ketika kredit mengalir, maka ekonomi bergerak dan berdampak ke pertumbuhan.
“Memang kami sampaikan dan kami mengapresiasi Bank Indonesia menahan BI rate. Karena tentu biar bagaimana kenaikan tingkat suku bunga itu akan ada transmisinya kepada sektor riil, sehingga dengan ditahan ini, harapannya sektor riil bisa tetap bergerak. Karena kan kenaikan itu sama saja kita nginjek rem,” ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Dia mengatakan langkah ini tidak akan mengganggu upaya memperkuat nilai tukar rupiah, sebab sejauh ini rupiah sudah tidak mengalami pelemahan ekstrem lagi. Yang terpenting saat ini adalah memicu pertumbuhan ekonomi.
“Kan kita rupiah kan kita lihat stabilisasinya, tetapi yang penting kan kita juga ngejar pertumbuhan, dan pertumbuhan itu credit growth menjadi penting. Karena kalau itu naik, credit growth akan berhenti. Sekarang kan banyak kredit yang belum di-disburse, sehingga ini kesempatan untuk disbursement daripada loan,” lanjutnya.





