UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membuka Lomba Memasak yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan produsen nugget ayam yang berlangsung di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Minggu (26/7). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus menyemarakkan Hari Anak Nasional.
Hasto menilai lomba memasak tersebut memiliki pesan penting terkait pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak. Ia mengapresiasi produsen nuggets ayam dan PWI DIY yang menghadirkan kegiatan kuliner sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya makanan bergizi dan protein hewani bagi tumbuh kembang anak.
“Lomba ini menjadi representasi dari kepentingan keluarga. Di tengah upaya kita menurunkan angka stunting, isi kandungan dari menu yang dibuat hari ini tidak sekadar untuk lomba, tetapi juga menjadi pembelajaran bagaimana gizi seimbang dan protein hewani harus hadir di tengah anak-anak kita,” ungkapnya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memberikan sambutan. 

Ia menekankan pentingnya pemenuhan protein hewani pada masa 1.000 hari pertama kehidupan. Menurutnya, orang tua perlu memahami bahwa asupan gizi, termasuk protein hewani, berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
“Orang tua harus tahu makanan apa yang paling tepat untuk balitanya. Dari protein hewani yang disajikan dalam lomba masak inilah otak anak tumbuh. Maka jangan lewatkan masa sebelum ubun-ubun menutup, marilah protein hewani dihadirkan di tengah-tengah anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan anak-anak PAUD dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pentas anak mampu menjadi ruang bagi orang tua untuk lebih mengenal potensi dan kemampuan anak sekaligus memperkuat kedekatan antara orang tua dan anak.
“Anak-anak PAUD bisa ikut lomba dan pentas tampil. Ini keren sekali karena ada banyak makna di baliknya. Ibu dan bapak akhirnya datang menemani anaknya. Bahkan ada yang baru tahu ternyata anaknya bisa pentas,” imbuhnya.

Lomba memasak diikuti kategori SMA/SMK se-DIY dan PKK.

Hasto juga berharap, di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi, insan pers dapat terus berperan dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan lengkap kepada masyarakat. Menurutnya, hubungan yang baik antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan media menjadi hal penting untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
“Harapannya hubungan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan insan pers terus terjalin dengan baik, sehingga dapat menyampaikan aspirasi masyarakat dan menyalurkan informasi yang lengkap melalui media massa,” jelas Hasto.
Ia menyampaikan, kebijakan pemerintah sangat dipengaruhi oleh aspirasi masyarakat. Dalam hal ini, media memiliki peran strategis sebagai salah satu saluran aspirasi masyarakat yang mampu menjangkau publik secara luas.
“Peran aspirator media sering lebih kencang dan lebih berpengaruh dibandingkan kita yang menyusun Musrenbang. Oleh karena itu, teman-teman wartawan itu Musrenbang-nya lebih kencang daripada kita,” katanya.
Hasto pun mengapresiasi komunikasi yang intens antara pemerintah dan insan pers. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan sebuah keniscayaan untuk membangun pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ketua PWI DIY, H. Husodo, S.H saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua PWI DIY H. Hudono, S.H. menyampaikan apresiasi keterlibatan Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) yang telah menggerakkan anak-anak untuk tampil dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelibatan anak-anak menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional.
“Karena itu kami mengambil rangkaian Hari Anak Nasional. Kita lindungi anak-anak kita, kita selamatkan anak-anak kita demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menyebut antusiasme masyarakat untuk mengikuti lomba memasak sangat tinggi. Bahkan, jumlah peserta yang mendaftar melebihi kuota yang telah disediakan.
Dalam lomba tersebut, terdapat 26 tim dari kategori SMA/SMK se-DIY dan 50 tim dari kategori PKK Kota Yogyakarta serta IKWI DIY. Dengan demikian, total terdapat 76 tim yang mengikuti kompetisi memasak tersebut.
Hudono berharap, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan kolaborasi antara insan pers, pemerintah, masyarakat, serta generasi muda.
“Ini bukan soal juara ke berapa, yang penting adalah kebersamaan kita semuanya. Mudah-mudahan kita selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan dilimpahi berkah,” katanya.

Salah satu penampilan lomba PAUD gerak dan lagu.

Ia menambahkan, kolaborasi antara PWI DIY, IKWI DIY, dan Pemerintah Kota Yogyakarta diharapkan dapat menjadi contoh hubungan yang baik antara media dan pemerintah. Menurutnya, hubungan tersebut tetap dapat berjalan harmonis meskipun media memiliki fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah. “Media dengan pemerintah itu sangat erat. Bukan berarti tidak boleh mengkritik, boleh mengkritik, namun selalu konstruktif,” imbuhnya.