Mergangsan,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program bedah rumah. Pada Minggu (26/7/2026), dua rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di Kemantren Mergangsan mulai direnovasi dengan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank BPD DIY.
Kedua rumah yang menjadi sasaran program tersebut adalah rumah milik Tutik, warga Kampung Keparakan Kidul, Kemantren Mergangsan, serta rumah milik Budi Susanto, warga Kampung Dipowinatan, Kemantren Mergangsan. Masing-masing rumah memperoleh bantuan sebesar Rp 20juta dari Bank BPD DIY.
Prosesi dimulainya renovasi dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Hasto menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman.
Menurutnya, rumah bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas hidup sebuah keluarga.
“Program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian bersama kepada warga yang membutuhkan. Kami ingin memastikan masyarakat Kota Yogyakarta dapat tinggal di rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Hasto.
Hasto juga menyampaikan apresiasi kepada Bank BPD DIY yang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial di Kota Yogyakarta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank BPD DIY yang telah memberikan bantuan melalui program CSR. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya. Rumah yang layak akan menghadirkan kehidupan yang lebih sehat, aman, dan memberikan semangat baru bagi penghuninya,” tambahnya.
Menurut Hasto, rumah yang sehat juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lingkungan tempat tinggal yang baik akan mendukung tumbuh kembang anak, kesehatan keluarga, hingga produktivitas masyarakat.
Sementara itu, kedua penerima manfaat mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Bank BPD DIY. Bagi mereka, bantuan renovasi rumah bukan hanya memperbaiki bangunan yang selama ini mengalami kerusakan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kehidupan keluarga.
Tutik, mengaku terharu karena rumah yang selama ini ditempatinya akhirnya mendapat kesempatan untuk diperbaiki. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarganya harus menghadapi kondisi rumah yang bocor dan mulai rapuh.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta serta Bank BPD DIY yang sudah membantu memperbaiki rumah kami. Semoga semua yang membantu diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Budi Susanto, warga Kampung Dipowinatan. Ia mengaku bantuan tersebut menjadi kebahagiaan yang tidak pernah disangka sebelumnya.
“Saya benar-benar tidak menyangka rumah kami mendapat bantuan bedah rumah. Ini menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi keluarga kami. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Pemerintah Kota Yogyakarta, Bank BPD DIY, dan semua pihak yang telah peduli kepada kami. Semoga rumah ini nantinya menjadi tempat tinggal yang lebih layak sehingga keluarga kami bisa hidup lebih nyaman, aman, dan sehat,” tutur Budi.
Budi berharap program bedah rumah dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak warga Kota Yogyakarta yang memiliki rumah tidak layak huni dapat merasakan manfaat yang sama.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun semangat dan harapan baru bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.


