Gondomanan,REDAKSI17.COM-Kawasan Malioboro kembali menjadi panggung keberagaman budaya Nusantara melalui penyelenggaraan Pesona Budaya Sumatera Utara II Tahun 2026 yang digelar pada Minggu (26/7/2026).
Mengusung tema “Merdeka Berbangsa, Merdeka Berbudaya”, kegiatan ini menghadirkan pawai budaya dan pertunjukan seni dari berbagai etnis di Sumatera Utara sebagai upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Acara yang dipusatkan di kawasan Jalan Malioboro hingga Monumen Serangan Umum 1 Maret tersebut dihadiri Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
Dalam kesempatan ini, Hasto mengatakan Yogyakarta selama ini dikenal sebagai miniatur Indonesia karena menjadi rumah bagi masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Air.
“Tidak hanya datang untuk belajar, bekerja, maupun menetap, masyarakat dari berbagai daerah juga membawa budaya, tradisi, dan keseniannya masing-masing sehingga menjadikan Yogyakarta semakin kaya akan keberagaman budaya,” ungkapnya.
Menurutnya, keberagaman tersebut bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang memperkokoh identitas Yogyakarta sebagai Kota Budaya yang menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan.
Ia menilai Pesona Budaya Sumatera Utara II dapat menjadi ruang penting untuk mempertemukan masyarakat dengan kekayaan budaya Nusantara. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busana adat, hingga berbagai ekspresi budaya lainnya, masyarakat diajak untuk saling mengenal dan memahami keberagaman.
“Dari mengenal akan tumbuh rasa saling menghargai, dan dari penghargaan itu lahirlah persaudaraan. Inilah makna sesungguhnya dari Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus kita rawat bersama,” ujarnya.
Karena itu, pihkanya berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi berbagai komunitas budaya dari seluruh Indonesia untuk berkarya, berkolaborasi, serta memperkenalkan identitas budayanya kepada masyarakat.
“Kota yang sehat bukan hanya kota yang maju dari sisi pembangunan, tetapi juga kota yang mampu menjaga kehidupan budayanya tetap tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Pesona Budaya Sumatera Utara II Tahun 2026, Arya Wijaya Panggabean, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan melestarikan, memperkenalkan, dan mempromosikan kekayaan budaya Sumatera Utara kepada masyarakat luas.
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan pawai budaya yang melibatkan delapan kontingen etnis Sumatera Utara. Para peserta mengenakan busana adat, menampilkan musik etnik secara langsung, tari jalanan, hingga kereta hias yang melintasi sepanjang Jalan Malioboro.
Setelah pawai, acara dilanjutkan dengan pertunjukan tari kolosal, pertunjukan budaya dari mahasiswa, pembagian hadiah, hingga penampilan bintang tamu dan artis nasional di panggung utama kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret.



