Beranda / Politik / PKS Dukung Langkah MUI Perkuat Keluarga dan Cegah LGBTQ

PKS Dukung Langkah MUI Perkuat Keluarga dan Cegah LGBTQ

    

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka), Eko Yuliarti Siroj, menyambut baik rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Keluarga yang kokoh, menurut dia, merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter, melindungi perempuan dan anak, serta mencegah berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan generasi.

Eko menilai pendekatan yang mengedepankan pembinaan, pendampingan, pendidikan karakter berbasis nilai agama, serta penghormatan terhadap martabat manusia merupakan langkah yang tepat.

“Setiap warga negara harus diperlakukan dengan penuh penghormatan dan kasih sayang. Upaya pembinaan harus dilakukan secara bijaksana tanpa membuka ruang bagi perundungan, diskriminasi, maupun tindakan main hakim sendiri,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Terkait rekomendasi mengenai pencegahan dan penanggulangan perilaku seksual menyimpang, termasuk dorongan pembahasan RUU terkait, Eko menegaskan bahwa kebijakan negara perlu diarahkan pada penguatan institusi keluarga, perlindungan anak, serta pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pembahasan regulasi harus dilakukan secara komprehensif, berlandaskan konstitusi, nilai-nilai Pancasila, serta melibatkan partisipasi berbagai elemen masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh keluarga Indonesia, khususnya keluarga besar PKS, untuk semakin memperkuat fungsi keluarga sebagai tempat pertama pendidikan akhlak, kasih sayang, dan ketahanan moral. “Rumah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi setiap anggota keluarga sehingga mampu melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Menurut Eko, penguatan ketahanan keluarga tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh komponen bangsa. Dengan kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan mampu membangun masyarakat yang berakhlak, berdaya saing, serta memiliki ketahanan sosial yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *