Jakarta,REDAKSI17.COM – Sebelum kehilangan kursi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sempat berbicara terbuka mengenai sekitar Rp120 triliun keuntungan Danantara yang direncanakan menjadi tambahan penerimaan negara. Menurut Purbaya, Danantara bahkan sempat menyatakan tidak mengetahui rencana tersebut dan masih melakukan protes. Namun Purbaya menegaskan sebagian keuntungan Danantara tetap akan diarahkan menjadi cadangan anggaran pemerintah karena, menurut keterangannya, hal itu merupakan perintah Presiden dan telah dijanjikan Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo. Purbaya menyebut dana sekitar Rp120 triliun tersebut berasal dari keuntungan Danantara, meski saat itu ia belum dapat memastikan apakah mekanismenya berbentuk dividen. Lalu pada 14 September 2026, Purbaya dicopot dari jabatan Menkeu dan digantikan Suahasil Nazara. Pada hari yang sama, Rosan mengatakan Danantara akan segera berbicara dengan Suahasil mengenai setoran keuntungan tersebut pada pekan ini.
Apakah polemik Rp120 triliun itu menjadi alasan Purbaya diganti? Sampai sekarang belum ada pernyataan resmi Presiden maupun Istana yang mengatakan demikian. Namun isu tersebut memang ikut masuk dalam analisis mengenai pergantian Purbaya. Direktur CELIOS Bhima Yudistira menilai selain persoalan koordinasi internal Kementerian Keuangan dan gaya komunikasi Purbaya, ketegangan mengenai dividen Rp120 triliun Danantara juga menjadi salah satu persoalan yang menurut analisanya ikut berkontribusi pada reshuffle. Pendapat ekonom tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai konfirmasi resmi penyebab pencopotan. Yang sudah menjadi fakta, Purbaya sebelumnya bersikeras setoran itu masuk ke kas negara, Danantara disebut masih keberatan, kemudian kursi Menkeu berganti. Kini Rosan akan melanjutkan pembicaraan Rp120 triliun tersebut dengan Suahasil. Apakah kebijakan yang diperjuangkan Purbaya akan tetap berjalan dengan skema yang sama? Itu yang kini menarik ditunggu.





