KH. Zainul Muttaqin Al-Ishaqi, atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan Gus Inung, adalah seorang ulama muda dan pendakwah kontemporer yang berbasis di Jatipurwo, Semampir, Surabaya. Beliau merupakan tokoh penting dalam menjaga kelestarian tradisi keagamaan keluarga besar Al-Ishaqi.
Berikut adalah sekelumit profil dan kiprah beliau:
1. Garis Keturunan (Nasab) yang Mulia
Gus Inung lahir dari garis keturunan ulama-ulama sufi terkemuka di tanah Jawa. Beliau adalah:
Putra dari KH. Fathul Arifin Al-Ishaqi.
Cucu dari Hadhratus Syaikh KH. Muhammad Utsman Al-Ishaqi, seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang sangat legendaris di Surabaya.
Keponakan dari KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi, pendiri Jamaah Al-Khidmah dan Pondok Pesantren As-Salafi Al-Fithrah.
Melalui kakeknya, silsilah keluarga besar ini menyambung hingga ke Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati, serta bermuara pada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dan Rasulullah SAW.
2. Pendidikan dan Karakter Dakwah
Sebagai generasi penerus pesantren, Gus Inung menempuh pendidikan keagamaan di salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Jawa Timur, yaitu Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan.
Dalam aktivitas dakwahnya, beliau dikenal luas sebagai da’i yang memiliki pembawaan sangat santun, sejuk, dan teduh. Gaya ceramahnya yang merangkul dan mudah dipahami membuat dakwah beliau disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat perkotaan hingga pelosok desa, terutama di wilayah Bangkalan, Madura. Banyak jamaah menilai pembawaan ceramahnya mengingatkan mereka pada gaya dakwah pamannya, KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi.
3. Melestarikan Manakib dan Thariqah
Sebagai cucu dari KH. Muhammad Utsman Al-Ishaqi, Gus Inung turut aktif memimpin dan melestarikan tradisi keagamaan yang diwariskan oleh leluhurnya, seperti pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, majelis dzikir, serta majelis shalawat.
Melalui forum-forum keagamaan ini, beliau terus konsisten mengajak umat untuk senantiasa membersihkan hati (tasawuf) dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KH. Zainul Muttaqin Al-Ishaqi, atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan Gus Inung, adalah seorang ulama muda dan pendakwah kontemporer yang berbasis di Jatipurwo, Semampir, Surabaya. Beliau merupakan tokoh penting dalam menjaga kelestarian tradisi keagamaan keluarga besar Al-Ishaqi.





