Beranda / Politik / Jokowi Persilakan Kader PSI ke Solo jika Terkendala Dana, Target Besarnya Mulai Disorot

Jokowi Persilakan Kader PSI ke Solo jika Terkendala Dana, Target Besarnya Mulai Disorot

NTT,REDAKSI17.COM – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan target Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan hanya lolos ke DPR pada Pemilu 2029, tetapi memiliki sasaran yang lebih besar. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026).
“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini,” ucap Jokowi.
Jokowi mengatakan kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah kursi di parlemen, tetapi juga dari kokohnya struktur organisasi hingga tingkat desa.
“Yang saya targetkan, dari DPRD sampai kepengurusan desa terbentuk dan inilah kekuatan besar Partai Gajah,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh kader PSI konsisten berada di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga, dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi.
“Untuk seluruh kader dan pengurus, utamanya Kota Kupang, saya titip agar kita semuanya terus dan konsisten selalu berada di tengah-tengah rakyat, mendengar keluhan dan menyelesaikan masalah mereka,” katanya.
Jokowi mengingatkan setiap persoalan sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu melalui struktur organisasi partai.
“Kalau bisa, selesaikan sendiri. Kalau nggak bisa disampaikan, minta bantuan kepada Ketua DPD. Kalau nggak bisa, minta bantuan kepada Ketua DPW. Kalau nggak bisa lagi, ke DPP,” imbuhnya.
Meski demikian, Jokowi tetap membuka ruang bagi kader yang mengalami kesulitan setelah seluruh jalur organisasi ditempuh.
“Kalau nggak bisa juga, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo,” tandasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik dan Ekonomi Heru Subagia menilai arah politik Jokowi bersama PSI tidak hanya sebatas membawa partai tersebut lolos ke parlemen, melainkan menjadikannya sebagai salah satu kekuatan utama dalam peta politik nasional.
Heru mengaku pernah berdiskusi langsung dengan Jokowi mengenai polemik ijazah hingga dinamika politik nasional.
“Saya ingat ketika mewakili Kagama Cirebon pernah berbicara dengan pak Jokowi tentang ijazah dan nasib Roy Suryo Cs,” ujar Heru.
Menurutnya, dalam percakapan tersebut Jokowi juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan PSI.
“Mengingatkan kembali apa yang diucapkan Jokowi, betul bahwa ambisi Jokowi bukan hanya persoalan masuk atau lolosnya di Senayan,” tukasnya.
Heru mengaitkan hal itu dengan hasil survei yang menempatkan PSI di angka 4,1 persen.
“Jokowi sudah membuktikan bahwa dalam akselerasinya dan kerja-kerja politik yang menurut saya cukup singkat, pada akhirnya posisi PSI sudah nongkrong di deretan partai besar,” tuturnya.
“Berdasarkan riset salah satu lembaga nasional, mengatakan PSI memperoleh 4,1 persen,” tambahnya.
Heru juga mengungkapkan Jokowi pernah menyampaikan keyakinannya bahwa berdasarkan survei internal, elektabilitas PSI dapat mencapai 20 persen.
“Yakni menurut pak Jokowi berdasarkan survei internal, akan menyentuh elektabilitas 20 persen,” jelasnya.
Selain itu, Heru menilai safari politik Jokowi ke sejumlah daerah akan semakin mendongkrak elektabilitas PSI.
“Saya menyatakan bahwa safari politik di NTT dengan sejumlah kegiatan, baik politik, budaya, dan sosial, dipastikan akan menambah perolehan elektabilitas dalam waktu beberapa bulan kedepan,” bebernya.
Menurut Heru, pengaruh pribadi Jokowi dan konsolidasi internal partai menjadi dua faktor utama yang berpotensi mengerek elektabilitas PSI.
“Jelas pengaruh dan skill Jokowi serta internal politik, yang cukup menarik ketika pak Jokowi pasang badan untuk semua pengurus di daerah,” tegasnya.
Heru juga menyoroti komitmen Jokowi yang mempersilakan kader PSI datang ke Solo jika menghadapi kendala, termasuk terkait sumber daya manusia maupun finansial.
“Jika ada kendala SDM dan finansial, Jokowi sudah menyatakan mempersilakan kader-kadernya untuk datang ke Solo. Ini adalah komitmen Jokowi untuk membesarkan PSI bahkan sudah mewanti-wanti kemungkinan terburuk,” terangnya.
Menurut Heru, langkah tersebut akan menjadi motivasi bagi pengurus PSI di daerah dan berpotensi menjadikan PSI sebagai salah satu partai besar jika Jokowi benar-benar fokus membesarkan partai tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *