Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Bertempat di Hotel Novotel Yogyakarta International Airport pada 4 Agustus 2026, Yayasan Noora Health Indonesia (YNHI) menggelar pertemuan semester I sebagai refleksi capaian, workshop coordinator SKS, dan apresiasi implementasi program edukasi dan pendampingan pengasuh keluarga (EPPK) Tahun 2026.
Dihadiri oleh Kader Kesehatan, 21 Puskesmas dan Lintas Program di Dinas Kesehatan dilaksanakan agenda pertemuan semester implementasi program dilaksanakan sebagai forum monitoring dan evaluasi implementasi Program Edukasi dan Pendampingan Pengasuhan Keluarga yang bertujuan untuk merefleksikan capaian program, berbagi praktik baik, mendiskusikan tantangan pelaksanaan, Menyusun rencana tindak lanjut, serta memberikan apresiasi kepada fasilitas Kesehatan, tenaga Kesehatan, dan kader yang berkontribusi dalam implementasi program.
Disampaikan Sekretaris Dinas, dr. Rina Nuryati, MPH “Tren capaian meningkat hingga April sebelum mengalami penurunan moderat dua bulan berikutnya, dengan pelaksanaan tetap di atas 800 sesi per bulan”. Selain dukungan nakes, konsistensi pelaksanaan SKS juga didukung adanya kader yang dilatih pada periode Februari-Maret 2026.
Hingga akhir Juni 2026 sebanyak 41.715 orang telah teredukasi di sesi SKS. 4 dari 10 orang yang mendapat edukasi Adalah pengasuh keluarga, sedangkan 2 dari 10 orang peserta SKS Adalah peserta laki laki. Adapun kelompok sasaran yang mengikuti sesi SKS Adalah ibu hamil, ibu balita, pasien penyakit tidak menular dan pengasuh keluarga sebagai peserta mayoritas yang mengikuti SKS.
Berdasarkan tempat pelaksanaan sesi posyandu dan kunjungan rumah menduduki posisi tertinggi. Sebanyak 1525 sesi dilaksanakan di Posyandu dan 1061 sesi dilaksanakan saat kunjungan rumah. Dominasi Posyandu dan Kunjungan Rumah menunjukkan peran aktif kader sebagai ujung tombak pelaksanaan SKS di tingkat komunitas. Untuk pelaksanaan di ruang rawat inap masih terbatas, sehingga peluang memperkuat edukasi pengasuh keluarga masih cukup tinggi sebelum pasien pulang.
Kegiatan dilanjutkan dengan workshop koordinator sesi keluarga sehat yang diikuti kepala puskesmas dan koordinator di Dinas Kesehatan. Workshop ditujukan untuk memperkuat kapasitas pimpinan fasilitas kesehatan sebagai koordinator sesi keluarga sehat dalam melakukan monitoring, supervise, dan pengambilan Keputusan strategis dalam implementasi program edukasi dan pendampingan pengasuh keluarga di fasilitas Kesehatan secara efektif, berbasis data dan berkelanjutan.
Pembaruan pengetahuan tentang pengenalan program edukasi dan pendampingan pengasuh keluarga, peran koordinator SKS dan praktik penggunaan dashboard dan laporan implementasi untuk peningkatan kinerja program. Melalui dashboard laporan kita dapat memantau kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas dan Kader Kesehatan.
Beberapa masukan guna memperkuat implementasi program antara lain: memastikan konselor dan kader melaksanakan sesi sampai dengan catat SKS, motivasi petugas dan kader dalam pelaksanaan, melakukan penjadwalan serta pemantauan pelaksanaan sehingga memenuhi target yang telah ditetapkan. Diharapkan kegiatan dapat terus dilaksanakan sebagai upaya penurunan AKI, AKB dan Pencegahan Penyakit Menular.




