
KULON PROGO,REDAKSI17.COM — Perbukitan Menoreh di Pedukuhan Tapen, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, siang itu terasa lebih meriah, senyum keramahan warga menyambut kedatangan Tim Safari Jumat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, di Masjid Al Huda. (07/08/2026).
Kegiatan Safari Jumat menjadi ruang ukhuwah ulama, umara dan warga berbaur dalam semangat kearifan lokal.
Menanggapi kerukunan dan keikhlasan warga Tapen, Ambar Purwoko, Wakil Bupati Kulon Progo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Setiap kali berkunjung dan menyapa warga, khususnya di wilayah Kokap, kehangatan masyarakat selalu memberikan kesan yang mendalam.

“Saya sangat senang kalau berkunjung ke Kokap. Masyarakatnya sangat luar biasa, guyub rukun, suba sitane, unggah-ungguhe… Kebudayaan di Kabupaten Kulon Progo sangat kental, suba sita unggah-ungguhe masyarakat iso kraket,” ungkapnya.
Ambar mengajak pentingnya menjaga kelestarian lingkungan perbukitan Kokap dari ancaman kekeringan melalui gerakan reboisasi dan penanaman pohon produktif seperti pohon aren.
“Problematika utama di Kokap ke depan adalah ancaman kekeringan. Saya mengajak masyarakat dan jajaran pemerintah kalurahan untuk menguatkan komunikasi dan menggalakkan gerakan reboisasi. Jika perbukitan Kokap ini kita tanami pohon aren, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan masyarakat sendiri yang akan memetik hasilnya, baik dari ketersediaan air maupun nilai ekonominya,” jelas Ambar
Masjid Al Huda bukan sekadar tempat ibadah, melainkan bangunan bersejarah peninggalan para leluhur warga Tapen. Takmir Masjid Al Huda, Sukamadi, menceritakan bahwa masjid ini berdiri sejak era nenek moyang dengan konstruksi tradisional, sebelum akhirnya mendapat renovasi total dari Yayasan Osman bin Affan pada rentang tahun 2004 hingga 2006.
“Masjid menika peninggalan nenek moyang. Senajan jamaahnya dari dua organisasi terbesar di Indonesia, tapi tetap eksis, rukun, dan damai. Tiap ada acara keagamaan, wong loro niku sing rembugan. Tetep sae, mboten wonten pating cengkah (perselisihan),” tutur Sukamadi.
Sukamadi menjelaskan bahwa Masjid Al Huda merupakan simbol kerukunan warga. Meski jamaahnya terdiri dari dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, kehidupan bermasyarakat di Tapen selalu adem, ayem, dan tanpa sekat.
Tak hanya rukun dalam beragama, semangat gotong royong warga Tapen juga dibuktikan secara nyata, warga dan tokoh masyarakat mengambil inisiatif besar.
“Warga Tapen rela tanahnya di sebelah utara jalan utama dibedah sepanjang 400 meter. Masing-masing merelakan tanahnya 1 meter kanan dan kiri untuk dijadikan jalan baru,” ungkap Sukamadi.
Safari Jumat ini juga menghadirkan kehangatan bagi warga salah satunya Simbah Suminah, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Di usianya yang senja, Mbah Suminah tinggal sendirian di rumah karena anaknya merantau mencari nafkah di Batam.
“Kulo remen sanget pikantuk santunan niki, sanget kagem nyekapi kebutuhan sehari-hari. Kulo teng griyo namung kiyambakan, lare kulo medal pados penguripan wonten Batam,” ucap Mbah Suminah.
“Mugi kagem sedoyo ingkang sampun maringi zakat, infak, lan sodaqoh mawi Baznas Kulon Progo, pikantuk balesan ingkang sae saking Gusti Allah, digampilke rejekinipun, ” doa Mbah Suminah tulus.

Dalam rangkaian Safari Jumat tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan rehab rumah ibadah dari APBD sebesar Rp. 15 juta dan dari Baznas sebesar Rp. 4 juta, serta penyaluran bantuan penguatan modal usaha dan bantuan hidup senilai Rp. 4,5 juta untuk 9 pedagang kecil/ kaum duafa masing-masing sebesar Rp. 500 ribu. Dari BPJS Ketenagakerjaan Kulon Progo menyerahkan Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 2 (dua) marbot masjid.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Drs. Riyadi Sunarto, Kabag Kesra Ridwan Usman S.H, Ka SatPol PP Kulon Progo Budi Hartono, S.Si, M.Si, Perwakilan Baznas Kulon Progo, Perwakilan Dinas Kominfo Kulon Progo, BPJS Ketenagakerjaan, dan unsur Forkomkap Kokap.


