Gondokusuman,REDAKSI17.COM-Menjalani kehidupan di usia lanjut tidak hanya membutuhkan perhatian terhadap kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan batin, kehidupan sosial, dan kebahagiaan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat menjadi narasumber dalam Seminar Lansia Umat Paroki Baciro yang bertema “Spiritual Iman yang Kuat, Menyemangati Lansia Sehat, Mandiri dan Happy”, (8/8/2026).

Hasto mengatakan, perhatian terhadap lansia selama ini kerap lebih banyak diarahkan pada persoalan kesehatan fisik, pengobatan, maupun akses terhadap layanan kesehatan.

Padahal, lanjutnya, terdapat aspek lain yang tidak kalah penting untuk dijaga, yakni kesehatan batin dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Di usia lanjut, setiap orang tetap membutuhkan ruang untuk bersosialisasi, berbagi cerita, merasa dekat dengan lingkungan sekitar dan tetap menjalani aktivitas yang memberi semangat hidup,” katanya.

Hasto mengungkapkan, kesehatan mental dan kehidupan sosial pada usia lanjut perlu mendapatkan perhatian secara serius. Interaksi dengan lingkungan sekitar, aktivitas sehari-hari, serta ruang untuk tetap terhubung dengan orang lain dapat membantu menjaga semangat hidup sekaligus mendukung kualitas kesehatan lansia secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, menjaga pikiran tetap aktif, hati tetap tenang, dan kehidupan sosial tetap baik merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas hidup lansia. Hal tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga fungsi kognitif serta kesehatan mental di usia lanjut.

Karena itu, ia menegaskan bahwa menjadi sehat di usia lanjut tidak hanya berarti memiliki umur panjang. Lebih dari itu, lansia perlu tetap merasa bermakna, mempunyai relasi dengan orang lain, aktif bergerak, aktif bersosialisasi, serta tetap memiliki kedekatan dengan Tuhan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat menjadi narasumber dalam Seminar Lansia Umat Paroki Baciro yang bertema “Spiritual Iman yang Kuat, Menyemangati Lansia Sehat, Mandiri dan Happy”, (8/8/2026).

“Menjadi sehat di usia lanjut bukan hanya tentang umur panjang, tetapi juga bagaimana tetap merasa bermakna, tetap memiliki relasi, tetap aktif bergerak, aktif bersosialisasi dan seraya tetap dekat dengan Tuhan,” ujarnya.

Kesepian Jadi Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyoroti persoalan kesepian yang dapat dialami seseorang ketika memasuki usia lanjut. Menurutnya, persoalan yang muncul pada masa tua tidak selalu berkaitan dengan masalah materi maupun biaya kesehatan.

Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana seseorang menghadapi rasa kesepian ketika aktivitas dan interaksi sosial mulai berkurang.

Untuk itu, Hasto mengajak para lansia terus mengembangkan pikiran positif dan berserah diri kepada Tuhan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup, termasuk memenuhi kebutuhan gizi secara cukup dan seimbang.

Selain itu, para lansia didorong untuk tetap melakukan berbagai aktivitas, berinteraksi dengan keluarga, bermain bersama anak dan cucu, serta bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat.

Hasto menyebut kegiatan bersama warga, tetangga, sesama umat, maupun kegiatan ibadah dapat menjadi bagian penting dalam menjaga semangat dan kualitas hidup lansia.

“Karena ini mari kita terus berdisiplin diri dalam menjaga kecukupan dan keseimbangan asupan gizi, bermain dengan anak cucu, selalu berkegiatan serta bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat, warga, tetangga sekitar, dengan sesama umat satu lingkungan, beribadah bersama dan sebagainya,” tuturnya.

Menyikapi hal tersebut pihaknya terus berupaya membangun Kota Yogyakarta yang ramah terhadap lansia. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program dan layanan yang mencakup bidang kesehatan, pendampingan sosial, aktivitas komunitas, hingga penguatan peran keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, pendampingan terhadap lansia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting agar lansia tetap dapat menjalani kehidupan secara sehat, aktif, dan bermartabat.

“Pemerintah Kota Yogyakarta juga terus berupaya membangun kota yang ramah Lansia, termasuk melalui layanan kesehatan, pendampingan sosial, aktivitas komunitas, hingga penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam mendampingi para lansia agar tetap sehat, aktif, dan bermartabat,” jelas Hasto.

Hasto memaparkan sejumlah program yang dimiliki Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendukung kehidupan lansia. Di antaranya Cek Kesehatan Lansia Gratis dari Dinas Kesehatan, serta Program Sapa Lansia dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Selain itu, terdapat pelayanan administrasi kependudukan dengan sistem jemput bola yang memungkinkan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mendatangi langsung rumah warga.

Pemkot Yogyakarta juga memiliki Sekolah Lansia Standar 1 yang dilaksanakan oleh DP3AP2KB. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang pembelajaran dan aktivitas bagi masyarakat lanjut usia.

Tidak hanya melalui program khusus lansia, Pemerintah Kota Yogyakarta juga memiliki berbagai program jaring pengaman sosial yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat. Diantaranya Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Posyandu Lansia yang diselenggarakan Pemkot Yogyakarta bersama unsur-unsur penggerak sosial kemasyarakatan.

Selain memastikan akses terhadap layanan, Hasto menegaskan pentingnya meningkatkan partisipasi warga lansia dalam berbagai kegiatan di masyarakat.

Menurutnya, lansia tetap memiliki kesempatan untuk beraktivitas dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kegiatan kesehatan, olahraga, sosial, hingga kegiatan ekonomi dapat menjadi ruang bagi lansia untuk tetap aktif sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Pemkot juga berusaha untuk senantiasa meningkatkan partisipasi warga lansia dalam berbagai kegiatan seperti program kesehatan, program kegiatan olahraga, kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

Hasto berharap seminar ini dapat menjadi ruang kebersamaan bagi para peserta sekaligus memperkuat hubungan antarsesama. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi sarana untuk saling memberikan dukungan.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat, menjadi ruang kebersamaan dan saling menguatkan,” ujarnya.