UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat edukasi kepada orang tua balita mengenai pemenuhan gizi serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kelas ibu dan balita yang dilaksanakan di wilayah, tak terkecuali di lingkup Pemkot Yogya.
Dimana sebagian orang tua yang bekerja tidak dapat mengikuti kegiatan, sehingga berpotensi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
Untuk menjangkau kelompok tersebut, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta kemudian mengembangkan kelas orang tua balita dengan sasaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang memiliki balita.
“Karena banyak ibu balita yang bekerja dan tidak bisa mengikuti program yang dilaksanakan di Puskesmas, kita mencoba membuat kelas orang tua balita dengan sasaran orang tua balita yang bekerja di Pemerintah Kota Yogyakarta,” jelas Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iswari Paramita saat diwawancarai, Senin (21/9).
Sebagai tahap awal, pada bulan September ini kegiatan tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali. Pertama menyasar orang tua balita di Dinas Kesehatan dan Puskesmas, khususnya pegawai non-tenaga kesehatan. Sementara kegiatan berikutnya menyasar orang tua balita dari perangkat daerah di lingkungan Pemkot Yogyakarta.
Pada kegiatan di lingkungan Pemkot Yogyakarta, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diundang untuk mengirimkan satu orang pegawai yang memiliki balita. Dinas Kesehatan berharap ke depan sasaran kegiatan dapat diperluas.
“Orang tua berperan besar dalam membentuk pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik, mental maupun psikologis. Oleh karenanya, kegiatan kelas Ibu balita tidak hanya menyasar di wilayah tetapi kita juga berikan pemahaman untuk orang tua yang bekerja,” ujarnya.
Dalam kelas tersebut, materi yang diberikan tidak sepenuhnya sama dengan kurikulum kelas ibu balita Kementerian Kesehatan. Kegiatan di lingkungan Pemkot lebih diarahkan sebagai penguatan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan, gizi, serta tumbuh kembang anak.
“Antusiasnya bagus. Ternyata banyak pertanyaan yang disampaikan, termasuk tentang makanan anak. Karena itu, kami ingin ada kegiatan lanjutan, termasuk kelas PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak),” katanya.
Lebih lanjut, Iswari mengingatkan orang tua agar tidak hanya memperhatikan anak agar kenyang, tetapi juga memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi memenuhi kebutuhan gizi. Salah satunya dengan memberikan sumber protein hewani.
“Yang paling gampang adalah memberikan protein hewani sebagai tambahan bahan makanan, minimal dua porsi setiap harinya untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal,” ujarnya.
Selain aspek gizi, orang tua juga diminta aktif memantau perkembangan anak secara berkala menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jika ditemukan adanya penyimpangan perkembangan, orang tua diharapkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Ia mencontohkan, pada usia sekitar enam hingga delapan bulan anak mulai diharapkan mampu mengucapkan satu kata atau vokal sederhana. Stimulasi dan interaksi langsung dari orang tua sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan tersebut.
“Penggunaan gawai secara berlebihan juga perlu dihindari. Orang tua diharapkan lebih banyak berinteraksi dan memberikan stimulasi secara langsung kepada anak,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mantrijeron, drg. Eny Purdiyanti mengatakan, kelas ibu dan balita di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron sepanjang 2026 telah dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni pada Februari, Mei dan Agustus.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di 16 lokasi dengan materi meliputi kesehatan umum balita, imunisasi, perkembangan anak, pemantauan pertumbuhan serta PMBA.
“Harapannya, dengan dilaksanakannya kelas balita dengan sasaran orang tua balita, orang tua dapat memahami isi Buku KIA sebagai pedoman untuk mengasuh anak agar terbebas dari stunting,” jelas Eny.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan baik dari kader maupun orang tua balita. Karena itu, diharapkan kelas tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pemkot Gelar Kelas Ibu Balita Beri Edukasi Pemenuhan Gizi dan Tumbuh Kembang



