Umbulharjo,REDAKSI17.COM– Pemerintah Kota Yogyakarta menjajaki peluang kerja sama dengan pihak Tiongkok, khususnya Xinjiang dan Kota Urumqi. Penjajakan tersebut dibahas Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan bersama Ketua Eksekutif Pihak Tiongkok (Chinese Executive Chairman) Belt and Road Indonesia National Association, Wang Xiangbing, di Balai Kota Yogyakarta, Senin (10/8).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah potensi kerja sama yang dapat dikembangkan antara Kota Yogyakarta dan Xinjiang, meliputi pariwisata, pendidikan, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi hingga kesehatan.

Wang Xiangbing menyampaikan, Xinjiang memiliki karakteristik geografis dan budaya yang khas. Wilayah tersebut memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari pegunungan, gletser, padang rumput hingga gurun. Xinjiang juga memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat Muslim di Indonesia.

Menurut Wang, karakteristik tersebut membuka peluang kerja sama dengan Kota Yogyakarta, terutama dalam bidang pariwisata, pendidikan dan pertukaran budaya. Pihaknya juga menawarkan peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi.

“Setiap tahun, kami akan memberikan kepada Jogja kuota 50 sampai 100 pelajar. Gratis, kami memberikan beasiswa penuh. Pertukaran pelajar juga bisa,” ujar Wang.

Selain pendidikan, kerja sama di bidang pariwisata dan budaya dinilai memiliki peluang yang cukup besar. Kota Yogyakarta dengan kekuatan budaya dan pariwisatanya dapat saling melengkapi dengan Xinjiang yang memiliki karakter alam dan budaya berbeda.

“Dari sisi pariwisatanya sendiri, kita ada project sister province ini. Jadi mungkin Bapak-Ibu sekalian bisa mengunjungi Xinjiang. Kita bisa melakukan pertukaran budaya,” tambahnya.

Wang juga melihat peluang pengembangan kerja sama perdagangan. Menurutnya, produk khas Kota Yogyakarta, termasuk kerajinan tangan, memiliki potensi untuk dipasarkan di Xinjiang. Pihaknya bahkan menyampaikan adanya rencana penyediaan ruang sekitar 2.000 meter persegi di Urumqi untuk memasarkan produk-produk khas Indonesia.

“Kerajinan tangan bisa kita kolaborasi antara Jogja dan Xinjiang, karena dengan alasan budaya yang kesamaan tadi,” ujarnya melalui penerjemah.

Menanggapi peluang tersebut, Wawan Harmawan menyampaikan bahwa kerja sama perlu diarahkan pada bidang yang menjadi kekuatan Kota Yogyakarta. Sebagai kota pendidikan, pariwisata dan perdagangan, Kota Yogyakarta memiliki potensi untuk menjadi penghubung bagi berbagai peluang kerja sama tersebut.

Menurut Wawan, Kota Yogyakarta juga dapat berperan sebagai hub atau pusat distribusi bagi produk-produk dari Daerah Istimewa Yogyakarta maupun daerah sekitarnya untuk menjangkau pasar Tiongkok.

“Yang paling penting adalah perdagangannya. Justru hub-nya akan lebih bagus di Jogja,” ujar Wawan.

Wawan menekankan pentingnya membangun hubungan perdagangan yang saling menguntungkan. Kerja sama tidak hanya diharapkan membuka peluang bagi produk dan investasi dari Tiongkok masuk ke Kota Yogyakarta, tetapi juga memberi kesempatan bagi produk lokal untuk menembus pasar Tiongkok.

“Jadi tidak hanya mereka ke sini, tapi misalnya kami punya ekspor buah bisa ke Cina,” katanya.

Wawan menyambut peluang tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi produk lokal. Menurutnya, keberadaan Kota Yogyakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan dan pariwisata dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring perdagangan dengan mitra internasional.

Penjajakan kerja sama ini selanjutnya akan diarahkan pada pembahasan yang lebih teknis, termasuk peluang kolaborasi antara pihak, perguruan tinggi, sektor pariwisata dan perdagangan. Pihak Tiongkok juga menyampaikan undangan kepada perwakilan Kota Yogyakarta untuk melakukan kunjungan dan penjajakan lebih lanjut ke Xinjiang.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kota Yogyakarta dalam memperluas jejaring kemitraan internasional. Dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing pihak, kerja sama Kota Yogyakarta dan Xinjiang diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pendidikan, pariwisata, perdagangan dan pengembangan produk lokal, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat kedua wilayah.