GONDOKUSUMAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan bersama Perum Bulog Kanwil Yogyakarta mulai hari ini menyalurkan bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima 30 kilogram beras sekaligus untuk alokasi tiga bulan.
Penyaluran perdana bantuan pangan tersebut berlangsung di Kantor Bulog Kanwil Yogyakarta, Selasa (11/8). Bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat yang membutuhkan.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi mengatakan, penyaluran bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 akan dilaksanakan hingga 30 September 2026.
“Kegiatan ini sebagai salah satu jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, dan membantu memenuhi kebutuhan pangan di rumah,” jelasnya.
Ia mengatakan, terdapat perbedaan bentuk bantuan dengan penyaluran pada alokasi Februari-Maret 2026. Pada alokasi sebelumnya, setiap PBP menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng Minyakita untuk setiap alokasi. Sedangkan pada alokasi Juli-September, bantuan diberikan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan dan disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram.
Penetapan PBP untuk alokasi kali ini mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikeluarkan Kementerian Sosial. Untuk DIY, jumlah PBP pada alokasi Juli-September 2026 mengalami peningkatan dibandingkan alokasi sebelumnya. Dari sebelumnya 491.756 PBP menjadi 522.956 PBP.
“Di satu sisi alhamdulillah ada kenaikan penerima bantuan pangan. Namun di sisi lain kita juga berharap jumlah masyarakat yang kurang mampu ini ke depan bisa terus menurun,” ujarnya.

Kepala Bidang Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih saat secara simbolis menyalurkan bantuan beras kepada warga Kemantren Gondokusuman.

Untuk Kota Yogyakarta, sebanyak 27.426 PBP akan menerima bantuan pangan. Khusus Kemantren Gondokusuman terdapat 2.365 PBP. Sementara pada penyaluran perdana yang dilaksanakan di Kantor Bulog Kanwil Yogyakarta, bantuan diberikan kepada PBP dari Kelurahan Kotabaru sebanyak 149 penerima.
Ia menyebutkan, penyaluran bantuan untuk Kota Yogyakarta akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh PBP menerima haknya sesuai ketentuan. Sebanyak 24 titik PBP diundang dalam penyaluran di Kantor Bulog, sementara penerima lainnya akan mendapatkan bantuan melalui lokasi yang telah ditentukan. “Apabila ada penerima bantuan yang mendapatkan beras tidak sesuai kualitas, tolong informasikan kepada kami. Kami akan segera melakukan penukaran,” tegasnya.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat agar bantuan beras tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan tidak diperjualbelikan. Pada kemasan beras bantuan juga telah tercantum keterangan bahwa beras tersebut tidak untuk diperjualbelikan.
“Dengan adanya bantuan 30 kilogram ini, penerima bantuan tidak perlu memikirkan dana untuk membeli beras sehingga bisa mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan keluarga lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih mengatakan, untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 522.956 PBP dengan total beras yang disalurkan mencapai 15.688.680 kilogram. Sementara khusus Kota Yogyakarta terdapat 27.426 PBP dengan total bantuan beras sebanyak 822.780 kilogram.
“Penerima bantuan pangan akan menerima sebanyak 30 kilogram bantuan dalam bentuk beras. Jumlah total penerima bantuan pangan di Kota Yogyakarta sebanyak 27.426 orang, dengan kriteria penerima manfaat dari desil 1 sampai dengan desil 4,” jelasnya.

Untuk wilayah Kemantren Gondokusuman terdapat 2.365 PBP dengan total bantuan sebanyak 70.950 kilogram beras. Sedangkan Kelurahan Kotabaru menjadi salah satu lokasi penyaluran perdana dengan jumlah 149 PBP dan total bantuan sebanyak 4.470 kilogram beras.
Ashardini menegaskan, bantuan pangan tidak sekadar berupa penyaluran beras, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga ketahanan keluarga, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan di tengah dinamika harga dan kebutuhan pokok.
“Melalui bantuan pangan ini, kita berharap beban pengeluaran keluarga dapat berkurang sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan makanan. Menurutnya, upaya mengurangi sampah makanan dapat dimulai dari rumah tangga dengan mengambil makanan secukupnya, memasak secukupnya, dan menghabiskan makanan.

Suasana saat bantuan diberikan kepada penerima manfaat.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat gerakan Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah), khususnya dalam mengurangi timbulan sampah makanan dari rumah tangga.
Pihaknya juga meminta penyaluran bantuan pangan dilakukan secara tepat sasaran, Btepat jumlah, tepat waktu, serta dengan kondisi beras yang baik. Seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah, Bulog, petugas lapangan hingga unsur pendukung lainnya, diminta memberikan pelayanan secara bertanggung jawab dan humanis.
“Kepada Bapak Ibu penerima manfaat, semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga. Pemerintah memahami bahwa setiap bantuan memiliki arti yang penting, terutama bagi rumah tangga yang sedang berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Salah satu penerima bantuan, Darmiyati Wulandari, mengaku senang kembali mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. “Senang dan sangat membantu. Semoga bermanfaat bagi kita semua yang mendapatkan,” ungkapnya.

Masing-masing penerima bantuan mendapatkan 30kg beras untuk tiga bulan.

Darmiyati mengatakan, sebelumnya dirinya pernah menerima bantuan serupa, kemudian sempat berhenti dan kini kembali mendapatkan bantuan pangan. “Harapannya bantuan dari pemerintah dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.