Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah Local Governments Dialogue China- Indonesia on Local Government Cooperation bertajuk “Set Sail on a New Voyage: Local Cooperation for Building a China–Indonesia Community with a Shared Future” di Ruang Bima Balai Kota, Selasa (11/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan sekitar 70 delegasi Tiongkok dengan sejumlah pemerintah daerah di Indonesia. Hadir antara lain Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Bupati Klaten, Wali Kota Kendari, Wali Kota Jambi, Wali Kota Probolinggo, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antarpemerintah daerah Indonesia dan Tiongkok.

“Dari Tiongkok hadir 70 delegasi dan dari pemerintah Indonesia hadir beberapa kepala daerah. Ini menunjukkan pentingnya forum ini karena banyak potensi yang bisa dikerjasamakan,” kata Wawan.

Menurutnya, Pemkot Yogyakarta mendorong kerja sama yang lebih konkret dengan melibatkan dunia usaha melalui business matching. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah kerja sama sister city dengan Urumqi, Tiongkok.

Local Governments Dialogue China- Indonesia on Local Government Cooperation.

“Sekarang kami juga sedang menjajaki sister city dengan Urumqi di Tiongkok. Sektornya pendidikan, kebudayaan, pariwisata, industri kreatif, dan teknologi,” ujarnya.

Wawan menambahkan, kerja sama pendidikan juga menjadi salah satu peluang yang dibahas dalam forum. Pihak Tiongkok menawarkan beasiswa bagi 50 mahasiswa setiap tahun.

“Yang sudah ditawarkan dari mereka adalah beasiswa untuk 50 mahasiswa setiap tahun,” ungkapnya.

Penandatanganan Komitmen Penjajakan Kerja Sama.

Sementara itu, Presiden Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC) Yang Wanming mengatakan kerja sama antarpemerintah daerah berperan penting dalam memperkuat persahabatan dan hubungan masyarakat Indonesia-Tiongkok.

“Saya sendiri pertama kali berkunjung ke Indonesia. Semoga melalui kerja sama antara pemerintah lokal kedua negara kita bisa memperkuat persahabatan dan kerja sama antara masyarakat kedua negara,” ujarnya.

Presiden Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC) Yang Wanming.

Menurut Yang, dialog tersebut merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan kesepakatan yang telah dicapai para pemimpin kedua negara ke dalam kerja sama yang lebih pragmatis di tingkat daerah.

“Vitalitas itu berada pada kerja sama antarpemerintah lokal. Kami sangat bersedia menjadi jembatan untuk memperdalam kerja sama dan saling memahami,” katanya.

Peserta Local Governments Dialogue China- Indonesia on Local Government Cooperation.

Ia berharap forum tersebut membuka lebih banyak peluang, khususnya di bidang investasi dan ekonomi, sekaligus memperluas kerja sama ke sektor kebudayaan, pendidikan, kepemudaan, dan hubungan antarmasyarakat.

Dalam forum tersebut, 18 pengusaha dari Yogyakarta turut hadir untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi dengan mitra dari Tiongkok.

Yang menilai Yogyakarta memiliki potensi kuat sebagai mitra kerja sama internasional, terutama sebagai kota pendidikan, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Ia berharap potensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret antara pemerintah daerah dan pelaku usaha kedua negara.