TEHERAN,REDAKSI17.COM – Harga minyak stabil pada Selasa (11/8) di level tertinggi dalam lebih dari sepekan.
Seperti dikutip Reuters, pasar masih dibayangi memudarnya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz.
Harga minyak Brent berjangka berada di level US$87,81 per barel pada pukul 00.13 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bertahan di US$82,20 per barel.
Kedua acuan harga minyak tersebut melonjak lebih dari 5% pada Senin (10/8) dan mencapai level tertinggi sejak 31 Juli.
Penguatan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump merespons persyaratan Iran untuk kesepakatan damai dengan mengajukan tuntutannya sendiri.
Trump menuntut Iran memberikan kompensasi atas orang-orang yang tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes.
Tuntutan tersebut dinilai berpotensi semakin mempersulit upaya membuka kembali Selat Hormuz.
Trump kemudian mengatakan AS telah menguasai Selat Hormuz dan telah membersihkan jalur perairan strategis tersebut dari ranjau Iran.
“Sepertinya ada kesenjangan besar antara AS dan Iran mengenai seperti apa kesepakatan yang sebenarnya akan dicapai,” kata Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.
“Akibatnya, sebagian optimisme yang terbentuk pekan lalu mulai berbalik, sehingga harga minyak kembali mendapat dorongan,” ujarnya.
Di sisi lain, Saudi Aramco menunda pengoperasian kembali kilang Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari hingga 30 Agustus.
Penundaan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi mengklaim melancarkan dua serangan terhadap fasilitas tersebut pada Minggu.
Waterer mengatakan risiko gangguan di sekitar Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb masih sangat signifikan.
Pembatasan yang terjadi secara berkala maupun ancaman insiden baru dapat menjaga biaya asuransi tetap tinggi dan memaksa kapal menggunakan rute yang lebih panjang.
“Karena itu, aliran energi kemungkinan tetap terbatas dalam jangka pendek,” katanya.
Dalam catatan pada Senin, analis Barclays menyebutkan ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz pada pekan yang berakhir 7 Agustus rata-rata hanya 3 juta barel per hari, turun dari 4,4 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, Irak menaikkan harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah Basra Medium untuk pengiriman ke Asia pada September sebesar US$2,50 menjadi minus US$4 per barel terhadap rata-rata kuotasi Oman/Dubai.





