Beranda / Nasional Dan Internasional / Iran Ejek Trump Pindah Pesawat Pakai Truk Katering: Jadi Bahan Meme

Iran Ejek Trump Pindah Pesawat Pakai Truk Katering: Jadi Bahan Meme

Jakarta,REDAKSI17.COMMedia resmi pemerintah Iran mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah terungkap dirinya diam-diam berpindah pesawat saat meninggalkan Turki. Trump disebut menggunakan truk katering untuk menuju pesawat Angkatan Udara AS yang lebih kecil.Trump sebelumnya terlihat menaiki Air Force One lama di Ankara di hadapan kamera. Namun, beberapa saat kemudian ia turun secara diam-diam dan masuk ke sebuah truk katering.

Truk tersebut kemudian mengantar Trump menuju pesawat C-32A yang telah disiapkan tidak jauh dari lokasi. Peristiwa itu kemudian menjadi bahan olok-olok media pemerintah Iran.

Media Iran bahkan membuat meme yang menggambarkan Trump ketakutan saat menaiki truk katering. Presenter televisi pemerintah Iran juga menyebut insiden tersebut sebagai sesuatu yang memalukan bagi Trump.

“Sekali lagi, Trump, dengan skandal barunya, menjadi topik utama di media AS belakangan ini. Skandal ini bermula dari kekhawatiran terhadap kekuatan militer Iran, kekuatan yang membuat Trump diam-diam mengganti pesawatnya saat kembali dari Turki bulan lalu,” ujar presenter tersebut, dikutip Reuters.

Presenter itu kemudian mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi sumber “rasa malu” bagi Trump. Media Iran menggunakan insiden tersebut untuk menyoroti kekuatan militer Teheran.

Perpindahan pesawat Trump disebut berkaitan dengan ancaman serangan menggunakan rudal panggul atau MANPADS. Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Secret Service secara diam-diam memindahkan Trump ke jet pemerintah yang lebih kecil.

Ancaman itu muncul pada hari terakhir kunjungan Trump ke Ankara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO. Informasi mengenai ancaman tersebut disebut berasal dari laporan intelijen Israel.

Secret Service menilai laporan itu kredibel dan mendesak. Kondisi tersebut kemudian memicu operasi khusus untuk menyembunyikan pergerakan Trump dari publik.

The New York Times juga melaporkan adanya kekhawatiran pejabat AS setelah mengetahui Iran diduga mengetahui lokasi Trump menginap di Ankara. Informasi yang disebut diketahui Teheran bahkan mencakup detail lantai hotel tempat Trump berada.

Hingga kini, Teheran belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan tersebut.  Pemerintah Iran juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai perpindahan pesawat Trump.

Di sisi lain, berbagai baliho dan mural di sekitar Teheran terus menampilkan pesan bernada keras terhadap Trump dan Israel. Beberapa gambar bahkan menampilkan Trump dalam kondisi terbujur di dalam peti mati hingga tenggelam di laut.

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, juga sebelumnya menyatakan akan membalas kematian ayahnya. Ayah Mojtaba disebut tewas pada hari pertama perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *