JAKARTA,REDAKSI17.COM — Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai elektabilitas partainya sebesar 4,1 persen dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) belum sesuai dengan target politik yang ingin dicapai pada Pemilu 2029.
Ahmad Ali mengatakan angka tersebut tetap patut disyukuri karena menunjukkan adanya peningkatan dukungan dibandingkan perolehan PSI pada Pemilu 2024. Namun, ia menegaskan partainya tidak ingin menjadikan hasil survei sebagai ukuran akhir keberhasilan.
“Kalau melihat angka 4,1 persen, tentu kami bersyukur karena ada pertumbuhan kepercayaan publik kepada PSI,” kata Ahmad Ali dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, angka tersebut justru menjadi pemacu bagi PSI untuk bekerja lebih keras. Partai, kata Ahmad Ali, telah memasang target yang jauh lebih tinggi pada Pemilu 2029.
“Tetapi bagi kami, itu masih terlalu kecil. Target kami menang besar. Karena itu kerja partai tidak boleh berhenti pada hasil survei,” ujarnya.
Ahmad Ali menilai peta politik nasional saat ini semakin kompetitif. Banyaknya pilihan politik yang tersedia membuat partai harus memiliki kerja politik yang lebih terukur untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Lanskap politik hari ini sangat kompetitif. Publik memiliki banyak pilihan. Karena itu, tugas kami adalah memastikan PSI hadir dan bekerja di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menilai dukungan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui slogan atau kampanye politik. Menurut Ahmad Ali, kepercayaan publik harus dibentuk melalui kerja yang konsisten dan dapat dirasakan masyarakat.
“Dukungan tidak datang karena slogan, tetapi karena kepercayaan yang dibangun melalui kerja yang konsisten,” ujarnya.
Karena itu, PSI kini memprioritaskan konsolidasi internal dan penguatan struktur partai. Ahmad Ali mengatakan hasil survei hanya menggambarkan posisi politik partai pada satu periode tertentu, sedangkan hasil pemilu ditentukan oleh kerja politik yang berlangsung hingga hari pencoblosan.
“Survei memberi gambaran tentang posisi kita hari ini. Tetapi pemilu ditentukan oleh kerja panjang. Yang kami lakukan sekarang adalah memperkuat struktur partai, memperluas konsolidasi kader, dan memastikan agenda PSI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas dia.
Ahmad Ali juga mengingatkan kader PSI agar tidak terlena dengan kenaikan elektabilitas. Angka 4,1 persen, menurut dia, harus dipandang sebagai titik awal untuk meningkatkan kerja politik, bukan capaian akhir.
“Saya selalu sampaikan kepada kader bahwa angka 4,1 persen tidak boleh membuat kita puas. Masyarakat menaruh harapan besar kepada partai politik yang mampu bekerja dan mendengar. Karena itu kami harus terus bergerak,” ujarnya.
Ia menegaskan PSI akan menggunakan waktu menuju Pemilu 2029 untuk memperkuat organisasi, memperluas konsolidasi kader, serta meningkatkan keterlibatan partai di tengah masyarakat.
“Target kami jelas, menang besar dan menjadi kekuatan politik yang semakin relevan bagi masa depan Indonesia,” kata Ahmad Ali.
Dengan target tersebut, hasil survei SMRC sebesar 4,1 persen menjadi salah satu indikator yang akan digunakan PSI untuk mengukur perkembangan dukungan publik.
Namun, partai berlambang gajah tersebut menegaskan bahwa pekerjaan politik tidak berhenti pada angka survei dan masih memiliki waktu untuk meningkatkan elektabilitas menjelang Pemilu 2029.




