Gondokusuman,REDAKSI17.COM — Gotong royong menjadi kekuatan dalam membantu warga mendapatkan hunian yang lebih layak dan sehat. Melalui program bedah rumah, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama sejumlah pihak swasta dan masyarakat membantu memperbaiki rumah warga yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Pada Minggu (23/8), program bedah rumah menyasar tiga warga, yakni Herlin Noviar Subaryanti di Jalan Kemakmuran No. 96 RT 61/RW 16 Klitren, Agus Susila Nugroho di Iromejan GK III/662 RT 28/RW 7 Klitren, serta Rahmat di Terban GK V/569 RT 20 RW 04 Terban.
Program tersebut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Di antaranya Natasha, Cemara, Koperasi Wira Husada, Citramed, Laboratorium Cito, CV Karya Wasesa Utama, Harper Malioboro Yogyakarta, Kuerkus Mukti Yogia, PT Millenium Pharmacon International, PT Citra Kartika, dan PT Indomarco Prismatama.

PT Citra Kartika memberikan dukungan sebesar Rp20 juta, PT Indomarco Prismatama Rp20 juta, sedangkan Natasha memberikan bantuan Rp10 juta. Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki kualitas hunian warga.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, program bedah rumah menunjukkan bahwa persoalan rumah tidak layak huni dapat diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, perbaikan rumah bukan hanya berkaitan dengan bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat bagi keluarga.
“Kita bersama-sama ingin menyelesaikan rumah ini biar bisa ditempati lagi. Inilah bentuk gotong royong warga masyarakat kota bisa bersama Pemerintah Kota menyelesaikan rumah warga, tanpa APBD, tanpa APBN,” kata Hasto.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus tumbuh sehingga semakin banyak rumah warga yang dapat diperbaiki. Hasto juga menekankan pentingnya memastikan rumah warga memenuhi aspek kesehatan, meskipun memiliki ukuran yang sederhana.
“Saya berharap Kota Jogja, Kota Pelajar kita bisa menjadi contoh bahwa meskipun rumahnya kecil, tapi tolong sehat. Kalau ini kan jauh dari sehat karena lingkungannya seperti ini,” ujarnya.
Hasto menargetkan proses perbaikan salah satu rumah penerima manfaat dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu menyelesaikan rumah warga yang membutuhkan.
Ia berharap dukungan dunia usaha melalui CSR dapat terus berlanjut dan semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat. Semangat tersebut diharapkan memperkuat budaya gotong royong dalam membangun Kota Yogyakarta yang sehat dan layak huni bagi seluruh masyarakat.

Penerima manfaat, Rahmat, menyampaikan rasa syukur atas bantuan bedah rumah yang diterimanya. Ia berencana menggunakan bantuan tersebut untuk meninggikan rumah sekaligus membuat satu kamar tambahan di bagian atas rumah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Nanti rumah akan kami tinggikan dan dibuat satu kamar di atas, supaya cukup untuk keluarga kami dan keluarga anak kami,” ujar Rahmat.

Sementara itu, Agus Susila Nugroho mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki bagian rumah yang selama ini mengalami kerusakan, terutama atap yang kerap bocor saat hujan.
“Atapnya sudah banyak yang rusak, kayu penyangganya juga ada yang patah, jadi kalau hujan sering bocor. Bantuan ini nanti akan kami gunakan untuk memperbaiki atap, sekaligus menata kamar mandi dan dapur,” kata Agus.

Herlin Noviar Subaryanti juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan melalui program bedah rumah.
“Terima kasih sekali kepada Bapak Wali Kota dan Bapak-bapak lainnya yang sudah membantu. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini,” ungkap Herlin.

Sementara itu, License PT Indomarco Prismatama (Indomaret Cabang Jogja), Deden Mulyadi, mengatakan pihaknya bersyukur dapat turut mendukung program bedah rumah Pemerintah Kota Yogyakarta. Bantuan kali ini diberikan untuk warga di lingkungan Kelurahan Terban.
“Semoga kegiatan ini tidak cukup sampai di sini dan dapat berkesinambungan serta dapat bermanfaat buat masyarakat, khususnya masyarakat Kelurahan Terban,” katanya.
Deden menambahkan, pihaknya masih memiliki peluang untuk kembali memberikan dukungan CSR bagi masyarakat Kota Yogyakarta. PT Indomarco Prismatama mengkoordinasikan program CSR di 14 kabupaten/kota sehingga pemberian bantuan dilakukan secara bergantian.


