Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Anak muda di desa nggak perlu lagi desak-desakan mengadu nasib ke kota besar cuma demi cari kerja.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa regenerasi petani tidak boleh berhenti sekadar “menarik minat” anak muda ke sawah. Lebih dari itu, sektor pertanian harus mampu membangun kemandirian ekonomi dari desa.
Langkah nyata ini dibahas langsung saat Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, bersama jajarannya menemui Sri Sultan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta (27/08). UGM resmi menindaklanjuti arahan Sultan lewat sebuah terobosan baru bernama Gerakan Tandur Muda.
Apa yang bikin Gerakan Tandur Muda ini beda?
Pertanian Holistik:
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Jaka Widada, memastikan setiap risiko kegagalan diantisipasi sejak awal agar usahanya berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor: Menggabungkan kekuatan Pemda, perguruan tinggi, alumni, komunitas, hingga korporasi.
Jaminan Pasar (Offtaker):
Pilot project di Gunungkidul akan disokong langsung oleh jaringan Kagama sebagai pembeli hasil panen, jadi petani muda dapat kepastian pasar!
Desa kini bukan lagi tempat yang ditinggalkan, melainkan ruang baru untuk tumbuh, berkarya, dan sejahtera.
Apakah anak muda zaman sekarang sudah siap kembali ke desa dan mengelola pertanian modern?
Sumber: Diolah dari Humas Pemda DIY





