Sumber dokumentasi ini berasal dari video milik K.R.T. Koes Sajid Jayaningrat (Instagram/Jejak Sejarah Mataram).
Video berdurasi 01:04 menit ini sengaja saya “screenshot” satu-persatu agar memudahkan proses restorasi pada setiap fotonya (secara individual) melalui teknologi digital modern.
Hal tersebut dimaksudkan agar kita dapat melihatnya secara utuh, sekaligus menghidupkan kembali memori tentang seorang Raja Agung yang pernah bertakhta dan memerintah di Surakarta Hadiningrat.
Beliau lahir pada tanggal 29 November 1866 dengan nama kecil GUSTI RADEN MAS SAYYIDIN MALIKUL KUSNO.
Dari perjalanan hidup beliau yang melintasi jaman begitu panjang, maka kita dapat menyaksikan tatapan polosnya ketika beliau masih balita.
Kemudian kita dapat melihat sosok beliau beranjak remaja, lalu tumbuh dewasa, hingga mencapai puncak keagungannya ketika dinobatkan sebagai Raja dan naik takhta Keraton Surakarta Hadiningrat pada tanggal 30 Maret 1893.
Selama hampir 46 tahun bertakhta, beliau memimpin dan mengayomi rakyatnya dengan keagungan serta penuh kewibawaan.
Raja Pakubuwono X membina sebuah keluarga besar, yang menurut berberapa sumber mencatat bahwa beliau memiliki 2 permaisuri dan 39 selir, serta dikaruniai 63 putra dan putri, meskipun demikian masih terdapat perbedaan angka dalam sumber-sumber sejarah mengenai jumlah istri dan jumlah para keturunannya.
Hingga akhirnya, pada tanggal 20 Februari 1939, Sang Raja Agung memenuhi panggilan Sang Maha Pencipta.
Dokumentasi ini juga memuat prosesi pelepasan serta momen pemakaman beliau di Astana Pajimatan Imogiri (Girimulya), Yogyakarta, yang merupakan kompleks pemakaman bagi Raja-Raja Mataram beserta keluarganya.
Al-Fatihah untuk SAMPEYANDALEM INGKANG SINUHUN KANJENG SUSUHUNAN PAKUBUWONO X.





