Jombang,REDAKSI17.COM – Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menanggapi tudingan dirinya tak bisa mengaji dengan santai. “Enggak perlu jawab, itu kan dibuktikan saja,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Gus Kikin menegaskan fokus awal kepemimpinannya adalah menyusun struktur kepengurusan PBNU 2026–2031 dalam waktu maksimal satu bulan. Ia berharap proses tersebut bisa dipercepat agar organisasi segera berjalan efektif.
Direktur PPI Adi Prayitno menilai tantangan utama Gus Kikin adalah rekonsiliasi internal pasca-Muktamar. “Secara internal harus segera rekonsiliasi mengingat sebelumnya ada konflik antar-faksi,” katanya.
Adi menekankan pentingnya merangkul semua gerbong ke dalam struktur PBNU. Posisi Gus Kikin sebagai cicit pendiri NU disebut menjadi modal kuat untuk meminimalisir perpecahan.
Selain konsolidasi, PBNU di bawah Gus Kikin diingatkan agar fokus pada pemberdayaan ekonomi umat dan kesejahteraan nahdliyin. “Harus pastikan NU balik khittah urus umat saja,” tegas Adi.
Apakah menurut Anda sikap santai Gus Kikin menghadapi tudingan ini justru menunjukkan keteguhan kepemimpinan, atau sebaliknya bisa jadi ujian awal yang menentukan arah PBNU ke depan?




