Beranda / Daerah / Jagabaya se-Kulon Progo Ikuti Bimtek, Keterwakilan Peserta Perempuan Jadi Sorotan

Jagabaya se-Kulon Progo Ikuti Bimtek, Keterwakilan Peserta Perempuan Jadi Sorotan

Image Berita

KULON PROGO,REDAKSI17.COM — Sebanyak 87 Jagabaya dari seluruh kalurahan di Kabupaten Kulon Progo resmi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan 2026 yang digelar di Hotel Morazen YIA, Temon, mulai Selasa (1/9/2026). Selain memfokuskan peningkatan kapasitas aparatur tingkat tapak, ajang pelatihan tahunan ini menyedot perhatian lewat mencoloknya keberadaan kandidat perempuan yang kini makin banyak mengisi posisi Jagabaya—jabatan yang sebelumnya didominasi laki-laki.

Tingginya keterwakilan perempuan dalam jajaran pengemban fungsi keamanan dan pertanahan desa tersebut menuai apresiasi khusus dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Kepala Dinas PMKalDalduk Kulon Progo, Drs. Jazil Ambar Was’an, M.Si., menilai fenomena ini sebagai bukti inklusivitas dan kemajuan pesat dalam seleksi pamong kalurahan.

“Hebatnya, putri-putri sekarang tidak ragu tampil dan bersaing di jabatan apa pun, termasuk posisi Jagabaya. Dalam beberapa seleksi terakhir, justru kandidat perempuan yang unggul dan akhirnya dilantik. Ini hal yang sangat luar biasa untuk Kulon Progo,” ujar Jazil.

Para peserta digembleng intensif selama tiga hari (1–3 September 2026) menggunakan Alokasi Dana Keistimewaan DIY 2026. Pelatihan ini melibat pengajar dari Balai Pemdes Kemendagri Yogyakarta, Sekolah Vokasi UGM, serta jajaran Pemda DIY dan Kulon Progo. Untuk menjamin kualitas output, peserta diwajibkan mengikuti pretest, posttest, penilaian kedisiplinan, hingga menyusun rencana aksi konkret di wilayah masing-masing.

Saat membuka acara, Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan peran Jagabaya sebagai ujung tombak pengayoman warga.

“Jagabaya tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi memiliki peran vital menjaga ketentraman dan ketertiban. Wajib punya integritas, keterampilan, dan komunikasi yang baik. Selesaikan persoalan warga dengan dialog dan pencegahan yang bijaksana,” tegas Agung.

Respons positif pun datang dari peserta bimtek Amin Sudadi, Jagabaya Kalurahan Plumbon, mengaku optimistis materi bimtek ini akan langsung berdampak pada kualitas layanan publik yang lebih ramah, cepat, transparan, dan bebas diskriminasi.

“Saya senang dapat menambah ilmu dan wawasan dalam ketugasan melayani masyarakat di kalurahan nantinya, ” ungkap Amin.

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *