Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah daerah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gunungkidul melakukan peninjauan langsung ke kediaman Gunawan, yang berada di Srumbungan, Kapanewon Patuk, Selasa, (1/9/2026) seorang warga yang tinggal di hunian jauh dari standar kesehatan bersama istri dan anak-anaknya. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam mengentaskan kemiskinan dan memberikan kehidupan yang lebih bermartabat bagi warga yang membutuhkan.

Dalam peninjauan tersebut, terungkap bahwa keluarga Gunawan menempati rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Lantai rumah tersebut masih berupa tanah gembur, tidak memiliki jendela, serta minim sirkulasi udara. Dinding rumah hanya terbuat dari material GRC dan atap asbes, yang dinilai berisiko merusak kesehatan paru-paru serta memicu penyakit pernapasan bagi penghuninya.
Kondisi ekonomi keluarga ini juga sangat terbatas. Dengan satu tempat tidur yang digunakan untuk empat orang, Gunawan harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan sering kali harus menggunakan kayu bakar jika gas untuk memasak habis. Meski telah tinggal selama hampir 7 hingga 8 tahun, Gunawan dilaporkan belum pernah menerima bantuan sosial (bansos) apa pun, dan saat ini sedang diperjuangkan oleh jajaran PKH untuk masuk ke dalam basis data penerima bantuan.
Dampak dari kesulitan ekonomi ini juga merambah ke sektor pendidikan. Anak-anak Gunawan diketahui sempat menunggak biaya sekolah (SPP), “Pemerintah menegaskan bahwa hal seperti ini tidak boleh terjadi, terutama karena keluarga tersebut sudah berupaya menjalani hidup dengan jujur tanpa terlibat pinjaman atau masalah sosial lainnya.” ujar Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau langsung di kediamannya.

Sebagai tindak lanjut, Baznas bersama pemerintah daerah dan warga Srumbung akan bergotong-royong untuk membangun kembali rumah Gunawan agar menjadi layak huni. Tidak hanya perbaikan fisik bangunan, Ketua Baznas Kabupaten Gunungkidul, Mustangid juga tengah menyiapkan skema bantuan modal usaha bagi Ibunda Gunawan yang menjadi pengrajin tempe kecil-kecilnya agar keluarga tersebut dapat mandiri secara ekonomi di masa depan.
Pemerintah menghimbau kepada perangkat desa, kader PKH, dan warga masyarakat untuk lebih proaktif dalam melaporkan temuan keluarga miskin di wilayahnya. Warga diminta tidak menunggu kasus menjadi viral di media sosial, melainkan langsung berkomunikasi melalui pemerintah kelurahan, Penewu, kanal “Lapor Bupati”, atau langsung ke kantor Baznas untuk segera diverifikasi.
“Inilah fungsi dan manfaat kita menyalurkan zakat melalui Baznas. Dengan zakat yang dikumpulkan bersama-sama, kita bisa membangunkan rumah yang layak untuk saudara kita,” ujar Bupati Endah dalam kunjungan tersebut, sembari mengapresiasi para ASN dan masyarakat yang telah rutin menunaikan zakatnya.


