Beranda / Daerah / Dispar Kulon Progo Utamakan Quality Tourism demi Jaga Tata Ruang Wilayah

Dispar Kulon Progo Utamakan Quality Tourism demi Jaga Tata Ruang Wilayah

KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Sektor pariwisata Kulon Progo terus mengalami perkembangan ke arah positif dengan banyaknya destinasi yang menarik bagi wisatawan. Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo pun berupaya agar kualitas pariwisata tetap terjaga dengan baik.

Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman mengatakan pihaknya saat ini mendorong sektor pariwisata ke arah yang lebih fokus pada kualitas ketimbang kuantitas.

“Ke depan kami akan beralih ke Quality Tourism, tidak mengejar kuantitas wisatawan dalam jumlah besar atau mass tourism,” jelasnya pada Selasa (12/05/2026).

Arah ini disesuaikan dengan penerapan aturan tata ruang pariwisata yang ketat. Menurut Sutarman, kepatuhan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) jadi harga mati yang harus dipenuhi oleh para investor yang ingin ikut mengembangkan pariwisata di Kulon Progo.

Aturan ketat RTRW terutama diterapkan di kawasan pantai selatan. Sebab sudah diperhitungkan tata ruang, aspek lingkungan, hingga batas sempadan pantai yang hendak dikembangkan.

“Kami tidak ingin ada kegiatan ekstraktif atau mass tourism yang berlebihan di area sensitif seperti pantai,” ujar Sutarman.

Ia tak menampik saat ini banyak kafe dadakan di sepanjang sempadan Pantai Glagah hingga Congot. Namun usaha itu masih ditoleransi karena sifatnya tidak permanen alias bisa dibongkar sewaktu-waktu.

Sutarman ingin pengembangan wisata di Kulon Progo mulai merambah area Pegunungan Menoreh. Kawasan ini akan menjadi ujung tombak konsep wellness tourism dan education tourism.

“Menoreh memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman otentik, meski terkendala akses jalan yang menantang,” paparnya.

Sutarman menilai konsep tersebut ideal diterapkan di Menoreh. Sebab nantinya pembangunan tetap bisa berjalan tanpa harus merusak atau mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Ika Yonita Gunawan mengatakan kawasan pantai selatan tetap diarahkan pada wisata berbasis alam dan wisata olahraga (sport tourism).

“Investasi pariwisata di pantai selatan pastinya selalu disesuaikan dengan ketentuan pemanfaatan ruang yang diatur dalam RTRW,” kata Ika.

Menurutnya, semua pemanfaatan ruang sudah mempertimbangkan terhadap dampak lingkungannya. Termasuk pemanfaatan ruang untuk pariwisata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *