Beranda / Daerah / PLN Perluas Jaringan SPKLU di Yogyakarta Hingga ke Kulon Progo

PLN Perluas Jaringan SPKLU di Yogyakarta Hingga ke Kulon Progo

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Kekhawatiran akan habisnya daya baterai saat berkendara atau range anxiety kini mulai teratasi bagi para pengguna kendaraan listrik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik di Jogja dan sekitarnya dilaporkan terus mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Dikutip dari Suara, PT PLN (Persero) tengah gencar melakukan perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Upaya ekspansi ini tidak lagi hanya menyasar area pusat kota, melainkan mulai merambah hingga ke wilayah kabupaten di pelosok Yogyakarta.

Penambahan titik pengisian daya menjadi prioritas utama pada tahun ini guna memastikan kenyamanan mobilitas pemilik kendaraan listrik (EV). Langkah ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan warga lokal maupun para wisatawan yang berkunjung ke wilayah DIY.

Senior Manager UID Yogyakarta, Deny Setiawan, memberikan penjelasannya mengenai komitmen perusahaan dalam menjangkau wilayah yang lebih luas. Hal itu ia sampaikan saat ditemui dalam sebuah acara pameran otomotif di Yogyakarta.

“Ke depan PLN terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan SPKLU. Sampai ujung gitu ya, tidak hanya di kota, tapi tersebar di seluruh wilayah di Yogyakarta,” kata Deny Setiawan.

Beberapa lokasi strategis telah masuk dalam rencana penambahan fasilitas stasiun pengisian daya dalam waktu dekat. Lokasi-lokasi tersebut dipilih berdasarkan potensi mobilitas pengguna kendaraan listrik di wilayah tersebut.

“Target tahun ini yang kami rencanakan untuk kemitraan itu… kami tambah di Hotel Ambarrukmo ya, kemudian ada di Sedayu, kemudian ada lagi nanti di Kulon Progo. Kemudian di kantor PLN Sleman,” ujar Deny Setiawan.

Saat ini, ketersediaan fasilitas pengisian daya di wilayah DIY sebenarnya sudah dalam kondisi yang sangat memadai. Kerja sama strategis antara pihak PLN dan sektor swasta telah melahirkan ratusan unit mesin pengisian daya cepat di berbagai lokasi.

“Kami di wilayah Jogja, itu punya sebanyak 32 unit mesin SPKLU yang tersebar di 20 titik lokasi. Adapun ada beberapa SPKLU yang dikelola oleh swasta, itu kurang lebih sekitar 73 unit,” kata Deny Setiawan.

Selain mengandalkan fasilitas umum, para pemilik mobil listrik di Yogyakarta menunjukkan tren yang menarik dalam hal kebiasaan pengisian daya. Banyak pengguna kini lebih memilih untuk memasang fasilitas pengisian daya mandiri di kediaman mereka.

Fasilitas home charging menjadi pilihan populer karena memberikan fleksibilitas bagi pemilik kendaraan untuk mengisi daya di garasi sendiri. Hal ini memungkinkan kendaraan selalu dalam kondisi baterai penuh setiap pagi sebelum digunakan untuk beraktivitas.

Data di lapangan menunjukkan bahwa adopsi pengisian daya rumahan telah mencapai angka yang cukup signifikan di seluruh provinsi. Hal ini memperkuat ekosistem kendaraan listrik dari sisi penggunaan pribadi.

“Untuk home charging, itu menurut data kami sekitar 750-an home charging yang tersebar di provinsi DIY,” kata Deny Setiawan. Kombinasi antara perluasan SPKLU publik dan masifnya penggunaan home charging diharapkan mampu menghilangkan kekhawatiran masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *