Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Sosialisasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Awam pada Selasa (11/8) di Ruang Rapat Aula A Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh dr. Rina Nuryati, M.PH., selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama, mengingat kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons yang cepat dan tepat.
Selanjutnya, peserta mendapatkan dua materi utama. Materi pertama mengenai Primary Assessment yang disampaikan oleh dr. Niken Sudarningtyas, selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penilaian awal terhadap kondisi korban sebagai langkah penting dalam menentukan tindakan pertolongan yang perlu dilakukan.
Materi kedua yaitu Prinsip Dasar Pertolongan Gawat Darurat yang disampaikan oleh Raden Anggono Joko Prasojo, S.Kep.Ners., M.Kep. dari RSUD Wates. Materi membekali peserta dengan prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam memberikan pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan, termasuk pentingnya memastikan keselamatan penolong, korban, dan lingkungan sekitar.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) menggunakan manekin. Praktik dipandu oleh Febtaris Nursuparyanto, S.Kep., Ns., Perawat Terampil pada UPT Puskesmas Panjatan II Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Peserta tidak hanya menyimak demonstrasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung teknik BHD menggunakan manekin. Beberapa perwakilan peserta maju ke depan untuk melakukan praktik dengan didampingi oleh instruktur.
Sesi praktik berlangsung secara interaktif, sehingga peserta dapat memahami sekaligus mencoba secara langsung langkah-langkah pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan. Praktik ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan peserta dalam memberikan pertolongan awal secara tepat sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sosialisasi PPGD Awam diikuti oleh perwakilan dari berbagai unsur dan komunitas di Kabupaten Kulon Progo, antara lain PMI Kulon Progo, BPBD Kulon Progo, kelompok SAR, perwakilan ambulans, serta komunitas relawan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas jejaring dalam memberikan pertolongan pertama dan mendukung penanganan kegawatdaruratan di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo berharap pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama dapat semakin luas dimiliki oleh masyarakat. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memberikan respons awal yang cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih siap dan tanggap terhadap kegawatdaruratan




