Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan arahan dan motivasi mendalam kepada 72 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gunungkidul tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di asrama “Desa Bahagia”, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (11/8/2026) ini dipandu oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gunungkidul, Wahyu Nugroho.

Dalam laporannya, Wahyu Nugroho menyampaikan bahwa para peserta telah menjalani karantina selama kurang lebih delapan hari dengan jadwal yang padat, mulai dari senam pagi hingga latihan fisik yang intens. Meskipun mengalami kelelahan dan tantangan fisik, seluruh peserta dilaporkan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas pada upacara 17 Agustus mendatang.
“Kita juga memastikan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti BPBD, DLH, dan Dinas Kesehatan, berjalan sinergis untuk mendukung sarana prasarana serta kesehatan para peserta.” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Dalam arahannya, Bupati Endah menekankan bahwa terpilih sebagai anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan besar karena hanya 72 orang terpilih dari seluruh sekolah di Gunungkidul. Ia berpesan agar para pemuda tidak menjadi “generasi mager” (malas gerak) atau “baperan” (bawa perasaan) yang mudah menyerah.
“Bermimpilah setinggi langit. Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Karena jikalau kalian jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang-bintang,” ujar Bupati mengutip pesan Bung Karno. Ia menegaskan bahwa generasi inilah yang akan memegang tonggak kepemimpinan saat Indonesia mencapai usia emas di tahun 2045.

Bupati juga menjelaskan bahwa program Paskibraka bukan sekadar persiapan pengibaran bendera, melainkan wadah kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila. Para peserta diharapkan bisa dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah ikatan dinas, seperti TNI, Polri, IPDN, atau STIN, guna mencetak aparat negara yang berintegritas.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, termasuk merawat kebugaran jasmani sebagai syarat masuk sekolah kedinasan. Selain itu, Bupati menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap paham radikalisme dan intoleransi yang dapat memecah belah NKRI.
Sebagai bentuk motivasi, Bupati Endah membagikan pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan, “Ibu berada di sini dengan mengalami banyak kegagalan dan ibu tidak pernah menyerah,” tegasnya. Bupati mengajak para peserta melakukan “Revolusi Mental” dengan mengubah cara berpikir agar menjadi pribadi yang mandiri, beretika, dan religius.
Menutup arahannya, Bupati memberikan perumpamaan tentang ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu melalui proses “puasa” dan keprihatinan dalam kepompong. “Ulat saja puasa bisa menjadi kupu-kupu yang makan madu dan memberi manfaat bagi penyerbukan. Masakan kalian yang sudah digembleng tidak akan menjadi orang hebat?” pungkasnya disambut semangat para peserta.
Melalui pembekalan ini, diharapkan para Calon Paskibraka 2026 tidak hanya sukses dalam tugas pengibaran bendera, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual untuk masa depan bangsa.



