Beranda / Daerah / Pemda DIY Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih ke Gunungkidul

Pemda DIY Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih ke Gunungkidul

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintahan Daerah (Pemda) DIY kembali melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih di Gunungkidul pada Senin (07/09). Dalam penyaluran kali ini, Pemda DIY menggandeng Keraton Yogyakarta dan Polda DIY, sekaligus dilakukan  uji coba mesin water treatment. Air bersih disalurkan kepada warga di Dusun Pudak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK Dukcapil), KPH Yudanegara mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sri Sultan juga mengharapkan Pemda DIY bisa selalu bersinergi dengan Polda DIY untuk memberikan bantuan air bersih, khususnya di wilayah Gunungkidul. “Beliau menginginkan supaya tidak adanya kesulitan air bersih di DIY,” ungkapnya.

KPH Yudanegara menambahkan, dengan adanya program penyaluran air bersih ini diharapkan bisa mengatasi masalah air bersih di DIY. Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak agar masalah kesulitan akses air bersih bisa teratasi. “Semoga program ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, dan juga kita berdoa sama-sama semoga kekeringan di Indonesia bisa cepat terkendali,” ucap KPH Yudanegara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryata menyampaikan, BPBD DIY telah menetapkan status siaga darurat kekeringan di level provinsi terhadap semua wilayah kabupaten di DIY. Ia juga menilai program penyaluran air bersih dan water treatment ini bisa membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang membutuhkan.

“Berdasarkan rapat koordinasi yang sudah kami lakukan dengan BPBD Kabupaten, kami siap untuk melakukan droping air bersih sampai dengan akhir September 2026 nanti. Semoga hal ini bisa membantu para warga yang kesehariannya sulit mendapat air bersih,” tuturnya.

Ruruh menyampaikan, pihaknya pun telah bekerja sama dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, dalam upaya jangka panjang untuk mengatasi masalah kesulitan air bersih di DIY. BMKG DIY nantinya akan memetakan sumber-sumber air untuk menentukan titik pembuatan sumur bor.

Selain itu, Kepala Tim Instruktur/Operator Alutsista/Almatsus Polda DIY, Ipda Kasworo menyampaikan, Polda DIY memiliki 5 alat water treatment yang diperuntukan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Mesin water treatment dapat menjernihkan air dari berbagai sumber, sehingga bisa dimanfaatkan untuk menjernihkan air sungai, air payau maupun air laut untuk masyarakat yang dilanda kekeringan.

“Alat ini bisa mengubah air yang tidak layak dikonsumsi menjadi air yang layak dikonsumsi. Selain itu, kami juga memiliki alat untuk mengecek PH (tingkat keasaman) dan TDS (Total Padatan Terlarut) air untuk membuktikan air yang dihasilkan memang layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Kasworo juga menerangkan, mesin water treatment ini bisa mengolah 1.000 liter air kotor menjadi air bersih dalam waktu satu jam, di mana 40% air terkategori siap dikonsumsi dan 60% menjadi air untuk kebutuhan MCK. Ia mengatakan, mesin water treatment tersebut merupakan milik negara yang memang pengadaanya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih.

Salah satu warga Tepus, Wiyono mengaku selama ini ia dan warga di dusunnya sangat bergantung pada bantuan air bersih dari berbagai instansi, terutama saat pasokan di tandon RT menipis. Dan jika air bersih sudah benar-benar, warga terpaksa membeli air dengan harga sekitar Rp150.000 pertangki.

Wiyono juga menilai, program bantuan air bersih dan water treatment dari Pemda DIY, Keraton Yogyakarta, dan Polda DIY ini sangat membantu warga di musim kemarau. Ia pun berharap program ini dapat berjalan rutin setiap tahun sebagai solusi jangka panjang menghadapi krisis air bersih musiman.

“Biasanya kalo pasokan air di tandon sudah habis, kami akan melapor kepada Kepala Dukuh. Nanti  Pak Dukuh akan meneruskan laporan kami ke Kalurahan agar bisa mendapat bantuan air,” tutup Wiyono.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *