Wakil Walikota Terpilih Ketua PGSI DIY, Terapkan Sport Science dalam Pembinaan Atlet

UMBULHARJO,REDAKSI17.COM — Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026-2029. Penetapan tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PGSI DIY, Antoni Hutagaol dan disaksikan oleh perwakilan PGSI DIY yang berlangsung di Kantor KONI DIY, Minggu (13/9).
Kegiatan Musdalub ini digelar menyusul wafatnya Ketua PGSI DIY sebelumnya, Kuswanto Harmawan, yang belum menyelesaikan masa kepengurusannya. Forum tersebut menjadi momentum untuk memastikan roda organisasi dan pembinaan atlet gulat di DIY tetap berjalan.
Ketua Panitia Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PGSI DIY, Antoni Hutagaol mengatakan, PGSI DIY membutuhkan sosok yang mampu melanjutkan perjuangan kepengurusan sebelumnya sekaligus membawa cabang olahraga gulat DIY kembali berkiprah dan berprestasi di tingkat nasional.
“Kami berharap sosok yang terpilih nantinya bisa memajukan dan mengangkat citra Pengda PGSI DIY, baik di tingkat DIY maupun nasional,” ungkapnya.
Ia berharap, kepengurusan baru dapat meneruskan perjuangan Kuswanto serta mengonsolidasikan seluruh pengurus cabang (Pengcab) maupun Pengkot dan Pengkab PGSI di DIY.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, sekaligus Ketua PGSI DIY, Wawan Harmawan menyampaikan, kesiapannya menerima amanah tersebut. Ia menegaskan akan mengambil sejumlah langkah konkret untuk mempercepat konsolidasi organisasi.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah segera menyusun kepengurusan baru. Pihaknya meminta masing-masing Pengcab mengusulkan nama-nama yang dapat masuk dalam struktur Pengda PGSI DIY.
Ia juga mendorong adanya keterwakilan Pengcab dalam kepengurusan agar komunikasi dan penyampaian informasi dari daerah dapat berjalan lebih baik. “Insyaallah harapan kami kalau minggu depan sudah terbentuk, sehingga kita bisa mempersiapkan juga untuk Kejurnas yang rencananya sudah disepakati akan diadakan di Kulon Progo,” jelas Wawan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta sekaligus sebagai Ketua PGSI DIY, Wawan Harmawan saat memberikan sambutan.

Setelah kepengurusan terbentuk, Wawan berencana mengunjungi lima kabupaten/kota di DIY. Kunjungan tersebut akan dilakukan secara informal dengan menyambangi pengurus di masing-masing daerah untuk mendengar langsung perkembangan, kebutuhan, serta masukan dari Pengcab.
Menurutnya, keterlibatan Pengcab menjadi kunci karena merekalah yang memiliki dan membina para atlet. “Kami hanya mengkoordinir sebagai Pengda DIY. Yang punya atlet adalah panjenengan,” katanya.
Wawan juga menaruh perhatian pada penerapan sport science dalam pembinaan atlet. Menurutnya, pembinaan dan pembibitan atlet saat ini harus dilakukan secara terukur sehingga kemampuan serta kapasitas atlet dapat dipetakan dengan lebih baik.
“Kita dorong untuk sosialisasi olahraga gulat di lingkungan sekolah, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Upaya tersebut akan dilakukan dengan menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.
Wawan mengakui dirinya bukan berlatar belakang teknis olahraga gulat. Namun, ia optimistis dapat memperkuat sisi manajerial organisasi dengan dukungan para senior, pelatih, atlet, serta seluruh Pengcab.
“Kalau dalam manajerial, insyaallah kami bisa membawa organisasi PGSI lebih baik. Yang diperlukan adalah bagaimana kita kompak dalam mengelola organisasi, bagaimana kita mewakafkan waktu dan pikiran untuk organisasi,” imbuhnya.
Selanjutnya, Kepala Bidang Audit Internal KONI DIY, Muhammad Husen yang hadir mewakili Ketua Umum KONI DIY, menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan gulat di DIY.

Ia berharap, Musdalub menghasilkan kepengurusan yang amanah, visioner, dan mampu merangkul seluruh pemangku kepentingan olahraga gulat di DIY.
Husen juga menyoroti empat hal penting untuk pengembangan gulat DIY, yakni penguatan pembinaan berjenjang dan usia dini, sinergi antara Pengda dengan Pengkab/Pengkot serta klub, pemanfaatan sport science, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk atlet, pelatih, wasit, dan juri.
“KONI DIY siap mendampingi dan mendukung langkah PGSI DIY dalam melahirkan pegulat-pegulat tangguh yang mampu mengharumkan nama DIY,” ungkapnya.