Beranda / Daerah / JLFR Kembali Melintasi Malioboro, Pemda DIY dan Polresta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

JLFR Kembali Melintasi Malioboro, Pemda DIY dan Polresta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Jogja Last Friday Ride (JLFR) dipastikan kembali melintasi kawasan Malioboro pada pelaksanaan Jumat terakhir bulan ini. Menyambut kegiatan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Satlantas Polresta Yogyakarta, dan sejumlah pemangku kepentingan menyiapkan rekayasa lalu lintas, pengamanan terpadu, serta pengaturan ruang untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan layanan Trans Jogja.

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, rombongan peserta JLFR direncanakan melintas di lajur kanan atau sisi barat Jalan Malioboro. Sementara itu, lajur kiri tetap digunakan sebagai jalur operasional Trans Jogja sehingga layanan transportasi umum tetap berjalan optimal meski bersamaan dengan pelaksanaan Car Free Night (CFN).

“Rencana hasil diskusi terakhir, rombongan JLFR akan menggunakan lajur kanan atau sisi barat. Sementara lajur kiri tetap digunakan Trans Jogja. Meski bersamaan dengan Car Free Night, Trans Jogja tetap beroperasi sehingga diharapkan layanan transportasi umum dapat berjalan maksimal,” ujar Alvian.

Melalui rekayasa lalu lintas tersebut, pemerintah dan kepolisian berupaya menjaga kelancaran mobilitas seluruh pengguna kawasan Malioboro, mulai dari peserta JLFR, pengguna Trans Jogja, pejalan kaki, pelaku usaha, hingga wisatawan.

Selain mengatur arus lalu lintas, Satlantas Polresta Yogyakarta bersama pemerintah juga menyiapkan pembagian ruang di kawasan pedestrian Malioboro. Satu sisi diperuntukkan bagi pesepeda, sedangkan sisi lainnya dimanfaatkan bagi pejalan kaki dan wisatawan sebagai bentuk penerapan prinsip berbagi ruang di kawasan publik.

“Diupayakan tetap saling berbagi ruang. Satu lajur untuk para pesepeda, satu lajur lagi untuk pejalan kaki ataupun wisatawan yang berjalan kaki,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan JLFR, Satlantas Polresta Yogyakarta akan menempatkan personel di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan Kleringan yang diperkirakan menjadi titik kepadatan arus lalu lintas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.

“Kami akan menggelar personel secara maksimal, khususnya di simpul-simpul sekitar Kleringan. Pemerintah juga akan membersamai peserta JLFR agar kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” tegas Alvian.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menegaskan tidak ada kebijakan yang melarang aktivitas bersepeda di kawasan Malioboro, termasuk bagi peserta JLFR. Menurutnya, seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama sehingga setiap orang perlu saling menghormati, berbagi ruang, dan mematuhi peraturan lalu lintas.

“Kami tidak pernah melarang aktivitas bersepeda di Malioboro. Semua pengguna jalan memiliki hak yang sama. Yang terpenting adalah saling berbagi ruang, saling menghargai, dan menaati aturan agar tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujar Erni.

Senada dengan itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan Pemkot Yogyakarta bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendukung penyelenggaraan JLFR. Pemerintah mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan membersamai masyarakat agar kegiatan berlangsung lancar dan kondusif.

“Pemkot Yogyakarta bersama Forkopimda menerima dengan baik penyelenggaraan JLFR. Tidak ada pelarangan maupun skema pengamanan khusus. Kami akan membersamai para peserta agar kegiatan berjalan baik bagi semua,” kata Hasto.

Kolaborasi antara Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, Polresta Yogyakarta, dan seluruh pemangku kepentingan mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan ruang publik yang tertib, inklusif, dan ramah bagi seluruh pengguna. Melalui rekayasa lalu lintas, pengaturan ruang, dan pengamanan terpadu, pelaksanaan JLFR diharapkan berlangsung lancar sekaligus menjaga Malioboro tetap nyaman bagi pesepeda, pengguna Trans Jogja, pejalan kaki, pelaku usaha, maupun wisatawan.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *