Yogyakarta,REDAKSI17.COM – SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 kembali digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (13/9/2026). Penyelenggaraan yang memasuki tahun kelima ini hadir sebagai ruang kolaborasi untuk memadukan gaya hidup sehat melalui olahraga dengan penguatan ekosistem UKM lokal.
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Koperasi dan UKM DIY ini diikuti sekitar 5.000 pelari dari berbagai daerah hingga mancanegara. Tahun ini, kategori yang diperlombakan meliputi 5K, 10K, half marathon 21K, serta 5K khusus pelajar. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi lari, tetapi juga ruang integrasi antara aktivitas olahraga, inklusivitas, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kemeriahan acara semakin terasa saat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, hadir langsung untuk menyapa dan berfoto bersama para pelari sebelum melepas bendera start untuk kategori 5K. Kehadiran Ngarsa Dalem bersama jajaran pejabat daerah, mulai dari Sekretaris Daerah DIY, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, hingga pejabat pemangku kepentingan lainnya menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap keberlanjutan agenda tahunan ini.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, S.P., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemda DIY dalam membangun ekosistem terpadu. Menurutnya, olahraga dan UKM bisa saling menguatkan dalam satu momentum acara publik.
“Ini event berkelanjutan yang sudah memasuki tahun kelima. Terkait dengan kolaborasi penumbuhan ekosistem antara olahraga dengan UKM. Jadi ketika olahraga badan masyarakat sehat, kemudian UKM dilibatkan berpartisipasi di sini, harapannya meningkat dari sisi kapasitasnya. Jadi terdapat sinergi di situ,” ujar Agus saat diwawancarai di lokasi acara.
Agus menjelaskan, kegiatan publik seperti ini merupakan bagian dari rangkaian panjang pembinaan UKM di bawah ekosistem SiBakul Jogja. Platform pembinaan komprehensif tersebut mencakup pelatihan, pendampingan teknis, standardisasi, sertifikasi, pemasaran, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Sebagai pembaruan signifikan edisi kali ini, panitia menghadirkan kategori Half Marathon (21K) untuk menarik minat pelari luar daerah sekaligus mendukung pengembangan sport tourism di DIY. Menurut Agus, pergerakan peserta dari luar daerah memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.
“Otomatis akan menggerakkan ekonomi, baik penginapan, wisata, maupun kuliner yang ada di Jogja. UKM yang ada di Jogja ikut tertarik dan akhirnya berkembang meningkat kapasitasnya,” tuturnya.
Selain menggerakkan roda ekonomi , ajang ini juga memperhatikan pembinaan generasi muda dan semangat inklusivitas. Kategori 5K pelajar yang bekerja sama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Yogyakarta difungsikan untuk menjaring bibit-bibit pelari potensial. Sementara itu, kategori 5K umum turut diikuti oleh peserta penyandang disabilitas, termasuk teman tuli yang berlari berdampingan dengan pendamping teman dengar.
Tak hanya mengusung misi olahraga dan ekonomi kerakyatan, acara ini difasilitasi dengan kegiatan literasi keuangan melalui kolaborasi bersama Astra Financial. Lewat wahana Pendopo Gerakan Cakap Keuangan, para pengunjung dan peserta diberikan edukasi interaktif mengenai inklusi serta pengelolaan keuangan yang bijak bagi pengunjung dan peserta.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Daerah DIY berkomitmen untuk terus merawat dan mengembangkan ajang tahunan SiBakul Jogja Sport & Fest agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. “Event ini akan terus kita dorong untuk berkembang,” tutup Agus.
Humas Pemda DIY




