Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI DIY Masa Bakti 2026-2031 pada Minggu (13/09). Dalam sambutannya di Bangsal Kepatihan, Kompleks kepatihan, Yogyakarta, Jusuf Kalla mengingatkan kembali bahwa ketugasan di Palang Merah Indonesia (PMI) adalah tugas kemanusiaan yang juga mengjadi wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.
“PMI ada untuk membantu menangani persoalan bencana, baik yang disebabkan oleh manusia maupun alam. Dan palang merah merupakan tugas kemanusiaan. Dari sisi agama, ini adalah bentuk amal ibadah kita semua, tapi bagi bangsa dan negara, apa yang kita lakukan bersama ini juga menjadi pengabdian kita sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia,” ungkapnya.
Jusuf Kalla menuturkan, korban bencana hanya dapat diatasi dengan bekerja bersama. Ini menegaskan bahwa partisipasi seluruh masyarakat dalam hal penanganan bencana jelas dibutuhkan. Dan Palang Merah dibentuk untuk mengkoordinasi, serta mengatur bagaimana kerja sama masyarakat kepada para korban untuk dapat pulih kembali. Menurutnya, Palang Merah berada di tengah, antara kelompok masyarakat yang ingin membantu dengan masyarakat yang dibantu.
“Apalagi saat ini Indonesia sedang mengalami lima bencana yang bersamaan. Sumatera dan Aceh yang belum selesai renovasinya akibat banjir, muncul gempa NTT, kekeringan dahsyat di Jawa dan juga pulau lainnya, meletusnya Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera. Semua ini membutuhkan perhatian karena bila terjadi bencana, masyarakat tidak dapat berbuat banyak, ekonomi daerah terganggu, kehidupan masyarakat juga ikut terganggu,” paparnya.
Jusuf Kalla mengatakan, kesadaran akan lokasi wilayah Indonesia yang strategis untuk terjadi bencana, PMI pun mulai terjun pada langkah-langkah preventif, utamanya untuk bencana yang disebabkan karena ulah manusia. Untuk bencana akibat konflik antar kelompok, PMI ikut gencar menyuarakan perdamaian dan dialog agar tida muncul perpecahan antar masyarakat.
“PMI juga turut andil dalam bencana yang melibatkan lingkungan. Bagaimana kita bisa mencegah agar tidak terjadi banjir, longsor, atau lingkungan yang rusak oleh kita sendiri. Karenanya kami bersama dengan pemerintah melancarkan penghijauan di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.
Membacakan sambutan Gubernur DIY, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda DIY, Aria Nugrahadi mengatakan, PMI merupakan mandat kemanusiaan dan bagian penting dari ketangguhan masyarakat, sejak tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Dan DIY adalah wilayah dengan dinamika kebencanaan yang kompleks.
“Kita hidup berdampingan dengan berbagai risiko, mulai dari aktivitas vulkanik, gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga berbagai kedaruratan kesehatan dan sosial. Karena itu, kepengurusan PMI DIY masa bakti 2026–2031 hendaknya semakin kuat dalam kemampuan mengantisipasi,” imbuhnya.
Diungkapkan Aria, pengalaman telah mengajarkan bahwa dalam situasi darurat, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Pertolongan yang cepat dapat menyelamatkan kehidupan. Informasi yang akurat dapat mencegah kepanikan. Relawan yang terlatih dapat menjadi penghubung antara keterbatasan dan harapan.
“PMI juga perlu terus memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat, kapasitas relawan, sistem informasi dan komunikasi kedaruratan, pengelolaan logistik, pendidikan kebencanaan, serta pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, PMI dapat bergerak semakin cepat, tepat, terkoordinasi, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PMI DIY Masa Bakti 2026-2031, GBPH Prabukusumo mengungkapkan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas amanah yang telah diberikan. Terpilih lagi untuk yang ketiga kalinya ini membuatnya semakin meneguhkan hati untuk lebih semangat melayani dan menjalankan tugas kemanusiaan ini.
“Terima kasih kepada para mitra kerja PMI DIY yang selama ini sudah berkenan membantu kami. Kepemimpinan ini bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan sebuah tanggung jawab yang sangat besar, dan juga pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan penuh ketulusan,” ungkapnya.
Gusti Prabu mengatakan, keberhasilan PMI DIY berada di tangan seluruh pihak yang ikut terlibat. Tidak hanya jajaran pengurus dan staf, para relawan khususnya yang menjadi ujung tombak organisasi ikut andil dalam keberhasilan setiap misi kemanusiaan yang dijalankan PMI DIY.
“Untuk itu, mari kita saling memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, dan juga mempererat kekeluargaan. Mari terus kompak demi membawa PMI DIY ke arah yang lebih baik, dan juga makin bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.
HUMAS DIY





