Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Festival Teater Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 resmi digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jumat (11/9). Menjadi bagian dari subkegiatan Gelar Budaya Yogyakarta 2026, festival tahun ini mengusung tema “Yogyakarta Hari Ini dalam Bingkai Teater Realis” dan berlangsung selama dua hari, 11–12 September 2026.
Festival ini menghadirkan karya teater realis dari lima kontingen kabupaten/kota se-DIY. Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY, Nur Ikhwan Rahmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Teater DIY 2026, mulai dari Dinas Kebudayaan kabupaten/kota hingga para peserta dari berbagai wilayah di DIY.
Dian menegaskan, Festival Teater DIY bukan sekadar ajang pertunjukan, melainkan juga ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, berekspresi, dan tumbuh bersama. Melalui drama realis, para peserta diajak mengenali berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti keluarga, persahabatan, lingkungan, pendidikan, perubahan zaman, hingga isu sosial dan budaya.
“Saya berharap melalui proses berteater, adik-adik tidak hanya belajar bermain peran, tetapi juga semakin peka melihat dan memahami kehidupan di sekitar kita,” kata Nur Ikhwan.
Lebih lanjut, bagi Dian, teater juga menjadi ruang pendidikan karakter yang mengajarkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, kemampuan mendengarkan, serta komitmen terhadap proses bersama. Nilai-nilai budaya tidak selalu disampaikan melalui nasihat, tetapi dapat dihayati melalui cerita, tokoh, konflik, dan pengalaman berkesenian.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir. Proses berlatih, berdiskusi, menemukan kesalahan, mencoba kembali, belajar bekerja sama, hingga berani tampil di atas panggung merupakan pengalaman berharga yang bekalnya jauh lebih panjang dibandingkan sekadar piala.
“Saya juga berharap anak-anak kita yang hari ini berdiri di panggung ini telah menjadi teaterwan Yogyakarta di masa depan. Mungkin di antara kalian akan menjadi aktor, sutradara, penulis naskah, penata artistik, pengelola komunitas, pendidik, atau pelaku kebudayaan dengan gagasan-gagasan yang baru,” ucap Nur Ikhwan.
Para peserta pun diharapkan tidak berhenti berkarya setelah festival berakhir. Ia mendorong generasi muda untuk terus membaca, bertanya, berdiskusi, dan berkarya sehingga pengalaman berteater dapat terus berkembang di masa depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi, menjelaskan bahwa Festival Teater DIY 2026 mengambil tema “Yogyakarta Hari Ini” sebagai ruang belajar sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda untuk melihat, mengalami, dan menghadirkan kembali berbagai realitas kehidupan sehari-hari melalui teater realis. Menurut Rully, Yogyakarta hari ini menjadi sumber inspirasi bagi berbagai dinamika sosial dan budaya, perubahan cara hidup, persoalan keluarga dan pendidikan, kesenjangan sosial, hingga tantangan kebudayaan di masyarakat.
Selain menjadi ruang kreativitas, festival ini juga bertujuan melestarikan seni pertunjukan teater yang bersumber dari naskah tertulis, memperluas akses masyarakat terhadap pertunjukan teater berkualitas, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan program teater di Indonesia. Festival ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat karakter teater yang bersumber dari riset terhadap isu sosial maupun sejarah lokal Yogyakarta.
“Sebelum menggelar festival, kami juga menggelar workshop teater pada 27 Agustus 2026 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta sebagai ruang untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas para peserta,” ucap Rully saat membacakan laporan kegiatan.
Rully menjelaskan, Festival Teater DIY 2026 diikuti lima tim teater yang merupakan pemenang festival teater di masing-masing kabupaten/kota se-DIY. Pemain dalam setiap kontingen berusia maksimal 19 tahun, sedangkan penulis naskah, sutradara, penata artistik, penata musik, serta penata rias dan busana berusia maksimal 35 tahun. Setiap kontingen menampilkan karya teater dengan pendekatan realis menggunakan naskah orisinal berdurasi 30 hingga 45 menit.
Humas Pemda DIY





