Beranda / Daerah / Gunungkidul Gelar Fashion Show 2026

Gunungkidul Gelar Fashion Show 2026

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyelenggarakan Gunungkidul Cinta Batik 2026: Fashion Show In The Forest di Rest Area Sekargama, Jatiayu, Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (12/9/2026). Pergelaran ini memadukan keindahan alam dengan kreativitas batik lokal khas Gunungkidul.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka menyukseskan Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta, khususnya pada urusan kebudayaan, pengembangan kearifan lokal, potensi budaya, serta penguatan industri kecil kreatif. Seluruh rangkaian acara ini didanai melalui Dana Keistimewaan (Dais) Yogyakarta Tahun 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta, menjelaskan bahwa pemilih tema Fashion Show In The Forest bertujuan menyatukan unsur alam dengan ide kreatif dan inovasi di industri batik.

“Saat ini bersamaan dengan Hari Batik, sehingga menjadi satu momentum bagaimana visi alam lestari ini kita hadirkan lewat peragaan busana di Cinta Batik Fashion Show In The Forest,” ujar Sri Suhartanta di lokasi acara.

Menurutnya peragaan busana di tengah hutan memberikan nilai tersendiri. Alam membuktikan tidak membatasi kreativitas, melainkan memicu para perancang busana untuk melahirkan motif dan ide baru batik khas Gunungkidul.

“Pada fashion show kali ini, muncul nama-nama batik baru ketimbang tahun sebelumnya berkat ide kreatif para desainer. Batik menjadi penggerak ekonomi lokal. Pertumbuhan ekonomi bisa terdorong jika batik menggunakan bahan lokal dan dipakai oleh masyarakat Gunungkidul sendiri,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Kabupaten Gunungkidul, Supartono, menegaskan bahwa ajang ini dirancang khusus untuk memperluas pasar industri kreatif berbasis kearifan lokal.

“Tujuan utama dari acara ini adalah memperluas jaringan pemasaran produk kreatif serta meningkatkan kesejahteraan IKM di bidang fashion dan batik,” kata Supartono.

Acara ini melibatkan 50 desainer yang terdiri dari 38 desainer umum dan 12 desainer muda dari tingkatan SMA/SMK, serta berkolaborasi langsung dengan Sentra IKM Batik se-Gunungkidul.Supartono berharap sinergi antara perajin dan desainer mampu menumbuhkan ekosistem industri kreatif di daerah.

“Harapannya perajin dan desainer bisa menyatu sehingga ekonomi kreatif tumbuh. Acara ini juga melahirkan desainer-desainer muda Gunungkidul yang inovatif untuk menggerakkan roda ekonomi daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *