Beranda / Nasional Dan Internasional / Jakarta Jadi Pusat Pertemuan Budaya Dunia, IICF 2026 Resmi Dibuka di Taman Ismail Marzuki

Jakarta Jadi Pusat Pertemuan Budaya Dunia, IICF 2026 Resmi Dibuka di Taman Ismail Marzuki

Jakarta,REDAKSI17.COM – Gelaran tahunan Indonesia International Cultural Festival (IICF) yang kelima resmi dibuka pada malam, 11 September 2026, bertempat di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM). Festival budaya internasional yang mengusung tema “Through the Culture We Become One” ini diselenggarakan oleh Yayasan Warna Budaya Indonesia (Color of Indonesia) untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisi Nusantara sekaligus merayakan keragaman budaya global.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, serta para duta besar negara sahabat, dan dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih juga turut hadir dalam acara tersebut. Peresmian festival ditandai secara simbolis dengan prosesi pemukulan gong oleh Founder Color of Indonesia, Vivi Sandra Putri, didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftahullah Tamari.

Dalam sambutannya, Vivi Sandra Putri mengenang perjalanan IICF yang dimulai dari sebuah mimpi kecil pada tahun 2021. “IICF pertama hanya dihadiri oleh tujuh negara. Di tahun kelima ini, kami bangga dapat menghadirkan 12 negara dengan total hampir 250 delegasi internasional,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa festival ini bertujuan menjadikan Jakarta sebagai ruang pertemuan budaya dunia.

Senada dengan hal tersebut, Teten Indra Abdilla, yang membacakan pesan dari Ketua Dewan Pembina, Bapak Guruh Soekarno Putra (yang berhalangan hadir karena sakit), menekankan bahwa budaya adalah jembatan persahabatan dan instrumen diplomasi yang kuat. Selain sebagai pertunjukan seni, kebudayaan juga dipandang sebagai investasi masa depan dan penggerak ekonomi, mulai dari sektor transportasi, perhotelan, hingga pemberdayaan UMKM.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftahullah Tamari, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta, menyampaikan bahwa IICF 2026 merupakan momentum penting dalam perjalanan Jakarta menuju Kota Global dan menyambut usia 5 abad Jakarta pada tahun 2027. “Kota global harus inklusif dan memberikan ruang bagi keberagaman budaya. Kami berharap delegasi mancanegara tidak hanya tampil, tetapi juga menikmati sejarah dan kuliner Jakarta,” ujarnya.

Dukungan internasional juga datang dari Faruk Alkaya, Presiden International Organization of Folklore Festival (IOF), yang hadir langsung dari Turki. Ia memberikan apresiasi tinggi dan berjanji akan mengundang grup tari dari lima benua yang berbeda untuk edisi IICF tahun depan.

Rangkaian IICF 2026 tidak berhenti pada upacara pembukaan saja. Pada hari Sabtu mendatang, festival ini akan mempersembahkan Tarian Semarak Jali-Jali Betawi yang akan ditarikan oleh 3.000 peserta di Ancol sebagai hadiah untuk ulang tahun Jakarta. Selain itu, agenda festival juga mencakup:
International Dance Competition yang diikuti oleh 850 peserta.
Parade Budaya Internasional di Ancol dengan 700 peserta delegasi.

Acara pembukaan malam ini ditutup dengan penampilan megah dari Choir of Gema Indonesia yang membawakan lagu-lagu bertema persatuan, menegaskan pesan bahwa melalui budaya, semua bangsa dapat menjadi satu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *