Beranda / Daerah / Ratusan Kambing Ras Kaligesling Terbaik se-Indonesia Meriahkan Piala Raja #1 di Kulon Progo

Ratusan Kambing Ras Kaligesling Terbaik se-Indonesia Meriahkan Piala Raja #1 di Kulon Progo

Image Berita

Kulon Progo,REDAKSI17.COM — Jogja Agro Park, Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (13/9/2026), tampak lebih semarak. Ratusan kambing Kaligesing terbaik dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja #1 Sri Sultan Hamengku Buwono X Tahun 2026.

Kontes yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut diikuti sekitar 300 peserta, baik dari DIY maupun sejumlah daerah di luar DIY, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga daerah di luar Pulau Jawa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan para peternak, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam upaya bersama mengembangkan kambing Kaligesing sebagai salah satu sumber daya genetik ternak lokal yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kontes ini tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari ternak terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu genetik, produktivitas, kualitas pembibitan, sekaligus profesionalitas peternak.

“Juara kontes tidak hanya berhenti pada piala dan penghargaan, tetapi menjadi sumber bibit dan sumber inspirasi bagi peternak lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, peternak merupakan garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan kualitas ternak. Karena itu, pembangunan peternakan ke depan perlu menempatkan peternak sebagai subjek pembangunan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kambing Kaligesing sendiri memiliki karakteristik fisik yang khas serta potensi genetik dan ekonomi yang tinggi. Selain sebagai ternak kontes, kambing ini berpotensi dikembangkan sebagai sumber bibit, indukan dan pejantan unggul, termasuk sebagai penghasil susu.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyambut baik penyelenggaraan Piala Raja #1 di Kabupaten Kulon Progo. Menurutnya, pertemuan para peternak dari berbagai daerah menjadi kesempatan berharga untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan gagasan dalam menghasilkan ternak yang berkualitas.

“Dengan bertemunya para peserta lomba ini, menjadi salah satu ruang untuk saling bertukar pikiran, gagasan, dan ide bagaimana cara mencetak kambing-kambing yang bagus dan baik,” ungkapnya.

Ambar juga melihat potensi ekonomi yang besar dari pengembangan kambing Kaligesing apabila dikelola secara baik dan maksimal. Nilai ekonomi ternak unggul yang dalam kesempatan tersebut disebut dapat mencapai ratusan juta rupiah menunjukkan bahwa sektor peternakan memiliki peluang yang menjanjikan bagi masyarakat.

Lebih dari itu, Ambar mengapresiasi dipilihnya Kulon Progo sebagai lokasi penyelenggaraan kontes. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah diharapkan turut memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM.

“UMKM bisa ramai, masyarakat kami bisa mendapatkan perputaran ekonomi. Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Lomba Piala Raja ini di Kabupaten Kulon Progo,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Peternak Kambing DIY periode 2026–2031, yang diharapkan semakin memperkuat jejaring dan kolaborasi para peternak dalam mengembangkan kambing Kaligesing.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc., menegaskan bahwa kontes tersebut memiliki arti strategis dalam pelestarian sumber daya genetik ternak lokal.

Ia menyampaikan, kambing Kaligesing merupakan salah satu kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia yang telah ditetapkan rumpunnya melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2591 Tahun 2010.

Menurutnya, keberlanjutan kambing Kaligesing sangat bergantung pada peran peternak dalam memelihara, menyeleksi, membiakkan, dan mengembangkan ternak secara berkelanjutan.

“Peternak merupakan aktor utama dalam menjaga keberlanjutan daripada kambing Kaligesing ini,” tegasnya.

Ia berharap hasil kontes tidak hanya berhenti di arena perlombaan. Ternak terbaik diharapkan dapat menjadi sumber bibit dan genetik unggul yang mampu meningkatkan kualitas populasi secara lebih luas.

Pengembangan kambing Kaligesing ke depan juga perlu dilakukan secara terarah dan berbasis data, antara lain melalui pencatatan identitas dan silsilah ternak, seleksi berdasarkan performa, pemanfaatan pejantan unggul, peningkatan kualitas calon induk, teknologi reproduksi, serta penguatan sistem pembibitan.

“Populasinya meningkat, mutu genetiknya meningkat, produktivitasnya juga meningkat, dan kesejahteraan peternak juga harus meningkat. Inilah tujuan akhir dari pembangunan peternakan,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Noviar Rahmad, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur DIY sekaligus membuka kontes secara simbolis melalui pemukulan gong, menyampaikan bahwa sebuah kontes ternak sesungguhnya tidak hanya menilai hewan yang berada di arena.

Di balik setiap kambing yang tampil, terdapat proses panjang yang dilakukan peternak, mulai dari pemilihan, pemeliharaan, pemberian pakan, penjagaan kesehatan hingga perawatan sehari-hari.

Karena itu, menurutnya, kontes ternak juga menjadi cermin dari kualitas ekosistem peternakan yang dibangun bersama.

“Keberhasilan sebuah kontes bukan hanya diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga dari apa yang terjadi setelahnya,” ujarnya.

Ia berharap para juara dapat menjadi inspirasi bagi peternak lain untuk terus meningkatkan kualitas, sementara peserta yang belum meraih juara dapat menjadikan kontes sebagai ruang belajar dan melihat peluang perbaikan untuk kesempatan berikutnya.

“Juara harus menjadi cermin bagi yang lain. Cermin yang menunjukkan bahwa kualitas dan standar tertentu memungkinkan untuk dicapai,” katanya.

Untuk Kelas A Jantan, tiga besar diraih oleh:

1. Erdogam — Blodor Farm, Demak

2. Joker — Ongcai Farm, Ngawi

3. Syawal — Kandang Sonto, Gresik

Sementara Kelas A Betina, tiga besar diraih oleh:

1. Antingwulan — Kandang Sonto, Gresik

2. Mayang Sari — Blodor Farm, Purworejo

3. Selvy — Bagus Bibi Farm, Jombang

Kontes Piala Raja #1 Sri Sultan Hamengku Buwono X ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penyelenggaraan kontes serupa pada tahun-tahun berikutnya. Tidak sekadar menjadi panggung untuk memperebutkan penghargaan, tetapi juga ruang bertumbuh bersama bagi peternak, memperkuat pelestarian kambing Kaligesing, membuka jejaring pasar, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *